BacaanSeni

Aksi Barbar Para Chainers Membuat Konser yang Tiketnya Seharga Rp 366 Juta Seperti Enggak Berwibawa

The Chainsmokers, duo grup musik elektronik asal Amerika Serikat kini sedang menghadapi masalah pelik. Konser mereka yang seharusnya dilakukan secara drive in beberapa hari lalu, dinilai melanggar protokol kesehatan di negeri Abang Sam tersebut.

Padahal konser bertajuk “A Drive In Fundraiser Experience” pada 27 Juli 2020 di Long Island, New York lalu sebenarnya sudah mengharuskan para penonton untuk tetap berada di dalam mobil mereka selama pertunjukkan berlangsung. Mereka hanya diperbolehkan keluar jika ingin ke toilet. Namun dari video yang tersebar di media sosial, terlihat bahwa para penonton tetap bergerombol seperti biasa di depan panggung. Bahkan tidak satu pun dari mereka yang mengenakan masker.

Hal ini memancing otoritas jasa kesehatan AS angkat bicara. Mereka menilai bahwa konser tersebut sudah melanggar protokol kesehatan. Bahkan konser yang dihadiri 3 ribu lebih penonton itu tetap diteruskan tanpa ada antisipasi dari penyelenggara. Padahal penyelenggaran sebenarnya sudah menerapkan konsep social distancing pada areal seluas 100 hektare yang mereka siapkan. Bukan areal yang kecil memang. Karena diperkirakan ada sekitar 600 kendaraan (dengan asumsi 1 mobil berisi 4 orang) yang datang memadati areal tersebut.

“Aku sangat terganggu dengan laporan-laporan mengenai drive-in concert yang diadakan baru-baru ini. Ada ribuan orang yang keluar dari kendaraannya dan tidak melakukan social distancing,” ujar Howard Zucker, Komisaris Kesehatan kota New York.

Howard juga telah melayangkan protes kepada Dewan Pengawas Kota. Dewan Pengawas Kota dianggap bertanggung jawab karena memberikan izin untuk menyelenggarakan konser di masa pandemi seperti ini.

Dewan Pengawas Kota yang diwakili Jay Schneiderman mengatakan bahwa izin diberikan karena mereka tahu konser tersebut dihadiri oleh orang-orang yang akan tetap berada di dalam mobil selama acara berlangsung.

Dari sisi panitia penyelenggara sendiri memberikan penjelasan bahwa mereka telah membuat peraturan untuk orang-orang yang datang menonton. Bahkan mereka menekankan jika ingin datang ke konser tersebut para penonton harus tidak memiliki gejala flu selama 2 minggu terakhir. Juga tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19. Syarat itu ditandatangani di atas surat pernyataan.

Seiring dengan viralnya cerita di balik konser itu, sampai berita ini dibuat, belum ada satupun rilis resmi dari personel The Chainsmokers. Padahal harga tiket VIP untuk konser itu bernilai fantastis. Berkisar Rp 366 juta. Harga itu sudah meliputi hidangan mewah untuk penonton sampai fasilitas antar jemput ke venue menggunakan helikopter. Bahkan tersedia camping ground untuk RV yang disewakan panitia.

Meski begitu, tetap saja harga tiket semahal tersebut tidak bisa menghentikan kelakuan bar-bar para Chainers (sebutan untuk fans The Chainsmokers) itu untuk melanggar konsep social distancing yang telah dianjurkan panitia. (*)

Artikel Terkait

Back to top button