BacaanSamarinda

Andi Harun Sukses Tekan Penularan Covid-19

Harus Konsisten, Pak!

Mahakama.co

Penanganan Covid-19 di Kota Samarinda di bawah komando wali kota Andi Harun harus berhasil. Karena hal itu salah satu program unggulan yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja pasangan Andi Harun-Rusmadi.
Setelah hampir sebulan duduk sebagai orang nomor satu dan nomor dua di Samarinda, sejauh mana hasil kerja Andi Harun-Rusmadi dalam mengatasi penyebaran Covid-19? Untuk menjawab pertanyaan itu rujukan utamanya adalah data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.

Mari kita lihat datanya seksama! Dalam waktu sepekan terakhir, total pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 479 orang. Angka itu lebih tinggi dibanding penambahan kasus baru di periode yang sama: 305 orang.
Menilik data yang dirilis 112 Call Center Samarinda, kasus harian per 24 Maret 2021 memang menunjukkan tren positif. Jumlah tambahan kasus di hari itu 42 pasien. Namun jumlah yang sembuh ada 69 orang. Sedangkan angka kematian masih terdapat 1 pasien.

Mengatasi hal ini, beberapa upaya sudah dilakukan Andi Harun. Ada yang bersifat jangka panjang. Ada pula jangka pendek. Salah satu program jangka panjang adalah merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor: 43/2020. Dalam perwali yang sudah direvisi, Andi Harun menaikkan denda bagi pelanggar menjadi Rp 1 juta dari sebelumnya Rp 250 ribu. Program lainnya adalah membentuk lebih banyak Kampung Tangguh. Nah, khusus di program kedua ini diklaim sudah menunjukkan hasil. Yakni menurunkan laju pertumbuhan kasus baru harian.

Kampung Tangguh memang berasal dari ide dan gebrakan Andi Harun bersama jajarannya di Pemkot Samarinda. “Samarinda sehat, ekonomi pulih,” kata Andi Harun Rabu (24/3/2021). Kalimat yang selalu diulang-ulang Andi Harun pada setiap kesempatan ketika menyinggung masalah penanganan Covid-19. Andi Harun juga memuji masyarakat Samarinda yang semakin meningkat kesadaran dan partisipasi.

Data Dinkes Samarinda juga melaporkan status zona per kecematan. Kalau sebelumnya zona merah merata di 10 kecamatan, kini kondisinya mulai membaik. Memang ada yang masih merah, tapi tidak dominan lagi. Dua kecamatan sudah zona kuning. Empat kecamatan oranye. Dan sisa empat lainnya yang masih merah. “Dulu merah, sekarang kuning,” kata Andi Harun.

Data ini turut diamini Plt Kepala Dinkes Samarinda, dr Ismed Kusasih. Di rilis Dinkes, Samarinda Seberang dan Sambutan adalah dua kecamatan yang sudah kuning. “Sudah zona kuning ditentukan berdasarkan jumlah pasien aktif di kecamatan itu,” ungkap Kusasih.

Empat kecamatan menunjukan penurunan kasus dan saat ini berada di zona oranye adalah Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Loa Janan Ilir, dan Palaran. Sedangkan yang masih merah adalah Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, dan Samarinda Utara. Empat kecamatan ini secara kebetulan dan berurutan merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar.

Program Kampung Tangguh terbuki nyata menekan kasus Covid-19. Karena itu, program ini diharapkan mampu menjadi daya ungkit meningkatkan geliat ekonomi di Kota Tepian. Wali Kota Andi Harun menuntut berbagai pihak dapat mengambil peran dalam pemulihan ekonomi masyarakat. Karena ini, kata Andi Harun, adalah amanat Bapak Presiden Jokowi. Isinya, lakukan percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. “Saya laksanakan dengan sebaik-baiknya bersama TNI-Polri di Samarinda sampai di level RT,” tegasnya.

Data di atas harus diapresiasi. Karena Andi Harun belum genap sebulan memimpin Samarinda, dengan segala kerumitannya, tapi sudah berhasil menekan angkat penularan Covid-19. Semoga konsisten. Selamat bekerja kembali, Pak! (advertorial)

Artikel Terkait

Back to top button