BacaanSamarindaSport

Babak Baru Tavares “Versus” Borneo FC: Pelatih Asing Harusnya Bisa Adaptasi

Perseteruan Borneo FC dengan Edson Tavares memasuki babak baru. Keduanya kini terlibat saling serang lewat media sosial.

Penyebabnya, tak lain tak bukan serangan miring Edson Tavares usai tak puas hati dipecat Borneo FC sebagai pelatih kepala.

Edson Tavares secara terang-terangan memburukkan kinerja tim Borneo FC. Meski pada akhirnya, agen Edson Tavares turut meluruskan kabar bahwa persoalan memang condong berawal dari Edson Tavares yang dianggap tak bisa diatur dan keras kepala, kini satu per satu penyebabnya kegaduhan kembali menyeruak di permukaan.

Kali ini giliran pelatih kiper Carlos Salomao yang bersuara. Menurut pelatih yang juga berasal dari Brazil itu, Edson Tavares acap kali mengganggu program kerjanya tanpa berbicara terlebih dahulu.

Padahal diterangkannya, setiap klub, memiliki aturannya untuk dihormati. Apalagi, disebutkan Salomao Borneo FC adalah klub hebat Kalimantan, jadi sudah seharusnya setiap pelatih harus mengikuti sistem klub, sebagai pekerja dan dibayar untuk profesional.

“Sudah seharusnya kita berbuat lebih baik setiap hari, saya orang asing, dan saya harus terbiasa dengan aturan klub dan adat istiadatnya yang religius. Saya telah bekerja selama 6 tahun di Jepang dan 3 tahun di Thailand, dan selalu mengikuti aturan dan regulasi klub,” bebernya.

Pelatih yang dikontrak Borneo FC selama tiga musim sebagai pengganti pelatih kiper Luizinho Passos yang hijrah ke Persib Bandung itu, menerangkan Edson Tavares terlalu ikut campur dalam pekerjaannya. Hal itu membuatnya tak nyaman, hingga keduannya dikabarkan sempat bersitegang di dalam lapangan saat latihan berlangsung.

“Intinya kita harus saling menghormati, ke semua asisten dan berbicara terkait dengan latihan harian,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button