BacaanEkobis

Bagi Bubuhan Harat, WFH adalah Work From Hotel

Berdiam di rumah selama beberapa hari mungkin impian para pekerja yang biasanya saban hari disibukkan dengan padatnya rutinitas. Tapi kalau diminta berdiam di rumah hingga 1 bulan, siapa yang bisa tahan? Apalagi Anda yang selama ini memang enggak bisa kalau enggak sibuk dan keluyuran keluar.

Di sisi lain, kampanye Work from Home (WFH) yang dikampanyekan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membuat nyaris semua bisnis yang bergerak di sektor riil terpukul. Salah satunya bisnis hotel.

Demi tetap bisa mendapatkan pemasukan, pengelola hotel dituntut melakukan berbagai terbososan. Tapi di musim pademi gini, emang bisa dapat pemasukan. Nah, di sinilah kreativitas pengurus hotel diuji. Bekerja di sektor ini memang harus pintar-pintar membuat program yang sesuai kondisi. Kalau enggak, siap-siap deh gulung tikar yang ujung-ujungnya bisa bikin pengangguran tambah banyak.

Ide yang satu ini mungkin bisa dibilang manjur untuk mengatasi minimnya pemasukan —mesikpun belum terlihat hasilnya secara angka. Kalau selama ini yang kamu tahu WFH adalah work from home, nah bagi bubuhan harat WFH itu adalah work from hotel.

Caranya adalah memanfaatkan para pekerja untuk tetap bisa menyelesaikan tugasnya dari hotel-hotel. Awalnya program ini banyak dilakukan oleh sejumlah hotel di Pulau Jawa. Tapi kini, beberapa hotel di Samarinda juga mulai menjiplak program tersebut.
Mereka memberikan harga khusus bagi para pengusaha dan pekerja yang ingin bekerja dari hotel. Promo yang ditawarkan pun tergolong special. Karena jauh dari harga normal.

Seorang pengusaha tambang batu bara di Kota Tepian, Imad Al Katiri yang turut menerapkan work from hotel terhadap bisnisnya. Kata Imad, program ini adalah solusi bagi para pelaku bisnis.

“Di hotel berbagai fasilitas ada. Jadi ketika ada hal penting, setidaknya kita enggak perlu kemana-mana lagi. Jadi kita tetap bisa mengontrol pekerjaan tanpa harus beraktivitas diluar,” ujar Imad.

Work from hotel memang bukan hal yang asing di tengah pandemik Covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah bahkan menyarankan warganya untuk melakukan hal tersebut.

Selain untuk mengusir bosan karena kelamaan mengkarantina diri di rumah, work from hotel juga sebagai bentuk dukungan terhadap industri perhotelan. “Ini sebetulnya kegotongroyongan. Ini sama karena membuat penguatan psikologis yang sama pentingnya untuk saat ini,” papar Khofifah.

Eits, tentu saja program ini bagi kamu yang omzet bisnisnya sudah cukup mapan untuk sekadar berdiam di hotel. Tapi bagi pekerja yang upahnya masih standar UMR, mungkin promo hotel tidak begitu penting. Kecuali kalau memang ada “sponsor.” (*)

Artikel Terkait

Back to top button