BacaanSocio Cultural

Bahaya Nge-Seks di Tengah Pandemi Corona; Mitos atau Fakta?

Gairah sudah diubun-ubun, hasrat bercumbu kencang menderu, namun tak sedikit pasangan suami-istri (pasutri) yang nggak berani menjamah pasangannya. Ya, wabah Covid-19 benar-benar menjadi momok bagi banyak orang saat ini.

Tak hanya melumpuhkan perekonomian dan sektor pendidikan di lebih 150 negara, namun pandemik yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok ini turut mengancam stabilitas aktivitas skidipapap masyarakat global. Skidipapap bahasa khas anak muda menjelaskan aktivitas seksual.

Seperti diketahui, World Health Organization (WHO) menggunakan istilah physical distancing sebagai cara pencegahan penyebaran virus corona. Hal itu bertujuan untuk memutus rantai perkemvbangan virus corona yang begitu menakutkan. Berbagai kebijakan turut dijelentehkan oleh berbagai negara yang telah mengonfirmasi Covid-19 di negara mereka.

Dari mulai penutupan bandara, serta pemberlakuan pembatasan terhadap pergerakan warganya. Lantas, pertanyaan yang muncul, amankan melakukan hubungan seks ditengah ancaman wabah ini?

Di Indonesia, Dr Hj Een Suryani sebagai Ketua Tim Penanganan  Covid-19 RSUD Dr. Slamet, Kota Garut, Provinsi Jawa Barat mengatakan di tengah imbauan physical distancing, tak hanya jaga jarak yang harus dipatuhi, namun masyarakat diimbau juga untuk menahan diri berhubungan badan.  “Melakukan hubungan suami istri bagi siapa pun tidak boleh, di saat menerapkan social distancing,” paparnya.

Komentar Hj Een turut dibenarkan oleh Alix Fox, jurnalis seks yang merupakan presenter acara Unexpected Fluids BBC Radio 1 yang juga pembawa acara podcast The Modern Mann. “Jadi, jika kamu menunjukkan gejala apa pun yang masuk kategori penyakit COVID-19, coba menjauhlah dari pasanganmu,” ujar Alix, seperti dilansir liputan6.

Namun benarkah, berhubungan suami-istri benar-benar terlarang di tengah darurat virus corona saat ini? ataukah ini hanya sebuah fakta dari mitos yang beredar? kami pun mencoba kembali menelusuri tanggapan lain dari para pakar kesehatan dunia. 
Seperti dikutip dari The Guardian, diterangkan oleh dokter dari Universitas Columbia, Dr Jessica Justman, sejauh ini memang belum ada bukti bahwa hubungan badan menularkan virus corona.

“Ini justru umumnya menyebar lewat semburan cairan tenggorokan dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi yang dianggap sebagai mode transmisi sekunder,” katanya.

Namun bukan berarti berhubungan suami istri bebas ancaman dari penularan virus corona. Hal itu diuraikan Dr Carlos Rodriguez Diaz, penyebaran bisa saja terjadi melalui ciuman. “Karena virus dapat ditularkan melalui ciuman,” sahutnya.

Melakukan hubungan seks normal dan memakai kondom juga menjadi saran yang tak kalah penting di periode ini. Penting juga untuk diingat, bahwa beberapa orang atau pasangan mereka memiliki libido yang berbeda. 

Atau mungkin menemukan bahwa hasrat menginginkan seks ketika pasangan tidak menginginkannya, atau sebaliknya. Dalam ini, snagat penting untuk mengomunikasikan hal ini dengan cara yang penuh hormat, penuh kasih sayang. Toh, hidup bersama bukan berarti berhak melakukan hubungan seks kapan pun kita mau bukan? stay safe. (*)

Artikel Terkait

Back to top button