BacaanSocio Cultural

Bersepeda, Olahraga Paling Cocok Ditengah Pandemik Covid-19

Bubuhanmu harus tahu, dari hasil penelitian mengatakan olahraga dalam waktu panjang bisa merusak imunitas tubuh. Jadi latihan fisik yang bagus buat meningkatkan imunitas tubuh itu baiknya dilakukan selama 30-45 menit atau paling maksimal 60 menit, dengan syarat intensitas olahraganya tidak terlalu berat.

Nah, dimasa penyebaran Covid-19 seperti saat ini, masyarakat pun di himbau untuk terus menjaga jarak atau biasa kita kenal dengan social distancing dan physical distancing.Lalu, pertanyaannnya adalah olahraga apa yang cocok untuk situasi seperti ini?

Dokter Timnas Balap Sepeda Indonesia, dr. Andhika Raspati seperti dikutip dari CNNIndonesia.com mengatakan bersepeda merupakan olahraga dengan intensitas rendah-sedang yang cocok dalam situasi saat ini. 

Menurutnya, dengan bersepeda di area komplek perumahan sudah cukup untuk menjaga aktivitas tubuh agar tetap aktif. Karena tidak bisa dipungkiri minimnya gerakan bagi orang yang melakukan work from home, memacu pola makan yang berlebih. Sehingga justru menyebabkan penyakit dalam tubuh, seperti kolesterol, diabetes, obesitas sampai hipertensi dan jantung.

Sepeda sendiri termasuk dalam bagian latihan cardio atau melatih kebugaran jantung dan paru-paru. Sepeda juga merupakan olahraga yang low impact atau minim hentakan sehingga cocok untuk orang yang mengalami obesitas.

“Kalau kita bersepeda iring-iringan dalam satu jalur, sebenarnya jaga jarak itu tergantung kecepatan. Tapi amannya 20 meter jarak dalam satu jalur. Lebih aman lagi kalau kita berolahraga sendiri tidak usah janjian dengan teman di luar untuk social distancing,” papar dr. Andhika Raspati.

Selain itu, merujuk dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat atau CDC perihal penggunaan masker lebih dianjurkan kepada orang yang melakukan interaksi sosial. Bagi kalian yang berolahraga sendiri, hal itu bisa jadi pengecualian.

“Begitu juga dengan penggunaan masker. Jika saat bersepeda menggunakan masker membuat kita tidak nyaman bernapas, masker boleh tidak digunakan karena itu akan menimbulkan efek yang lebih berbahaya. Asalkan tetap jalankan social distancing,” paparnya.

“Tapi ingat, walaupun tidak pakai masker kita juga tetap harus mengutamakan social distancing. Jaga jarak aman, tidak berinteraksi dengan orang lain saat bersepeda,” terang dr. Andhika Raspati.

Sementara itu, informasi perihal pentingnya bersepeda di tengah paparan pandemik virus Corona ini juga diakui penggila sepeda sangat membantu. Maklum, kekhawatiran karena kurangnya informasi perihal ini justru menimbulkan pertanyaan. 

“Tapi sekarang sudah jelas, ini bisa jadi panduan kita. Karena banyak juga anggota yang nggak berani keluar rumah akibat simpang siurnya informasi, padahal menjaga tubuh untuk tetap fit juga sangat penting biar tidak mudah terkena Covid-19,” kata Ferza Agustia Darma, ketua umum Giseli, komunitas sepeda lipat ternama di Samarinda.

Artikel Terkait

Back to top button