BacaanSamarindaSport

Borneo FC Setujui Tawaran Bali United: Nadeo Argawinata Resmi Hengkang

Bursa transfer akhir tahun di Indonesia semakin panas. Beberapa klub saling tikung mengejar pemain buruan. Uniknya, kebanyakan klub-klub tanah air condong bermain belakang. Sembari menanti durasi kontrak pemain dengan klub lama berakhir, bujuk rayuan kepada sang pemain dilancarkan, serangkaian janji tak lupa disertakan sebagai pemanis.

Ketika cara itu masih diterapkan, Bali United muncul melawan arus. Tak ingin buruannya lepas, mereka dengan gagahnya menawar langsung kepada klub yang memiliki pemain incaran. Alhasil, cara baik akan berakhir baik.

Akhirnya, pemain buruan yakni Nadeo Argawinata secara resmi bakal diperkenalkan Bali United sebagai pemain baru untuk musim 2020. Proses perpindahan ini menurut rencana diumumkan secara resmi pada Minggu (29/12) siang waktu setempat. Kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 itu didatangkan dari Borneo FC melalui proses transfer.

Nadeo yang masih menyisakan kontrak semusim dengan Pesut Etam sebelumnya dikabarkan banyak menjadi incaran klub-klub ternama di Indonesia. Bahkan, disebutkan ada beberapa klub asal Thailand yang juga berkeinginan sama. Namun dari sekian banyak klub yang berminat, hanya Bali United yang berani menawar langsung ke manajemen Borneo FC.

Bali United diketahui memang menjadi klub yang paling getol untuk memakai jasa pemain setinggi 187 cm itu. Proses negosiasi dengan Borneo FC pun telah dilakukan cukup lama, bahkan sebelum kompetisi Liga 1 2019 berakhir. Selain menjadi penjaga gawang utama Borneo FC, Nadeo juga merupakan bagian dari tim nasional Indonesia saat meraih medali perak pada ajang SEA Games 2019 lalu di Filipina.

Biaya transfer yang harus dikeluarkan Bali United untuk memboyong kiper yang memiliki perawakan sama persis dengan penjaga gawang Chelsea Kepa Arrizabalaga itu memang tak dirilis kepada publik oleh kedua klub. Akan tetapi jika berkaca dari nominal harga di situs transfer markt, diketahui harga seorang Nadeo Argawinata mencapai 250 ribu euro atau dalam  mata uang rupiah setara dengan 3,9 miliar lebih.

Bali United memang tergolong berani dalam proses perpindahan ini. Selain harus mengelontorkan uang miliaran rupiah kepada Borneo FC, Nadeo juga disebutkan dimanjakan dengan sodoran gaji yang tak kalah mentereng.

Proses perpindahan pemain dengan nominal transfer antar Bali United dan Borneo FC ini rupanya bukanlah kali pertama, mengingat sebelumnya Sultan Samma dan Sandi Sute juga didatangkan Borneo FC ke Samarinda pada tahun 2015 juga melalui proses yang sama.

Kala itu, sepak bola Indonesia sedang di banned oleh FIFA, namun berbagai turnamen digelar untuk mengisi kekosongan. Salahsatunya, Piala Jenderal Sudirman (PJS). Borneo FC yang ikut dalam turnamen itu, melakukan persiapan matang. Ambisi mereka memulangkan Sandi Sute dan Sultan Samma kembali ke Samarinda diakhiri dengan tawaran kepada Bali United. Disebutkan Borneo FC harus meronggoh kocek sekitar Rp500 lebih untuk keduanya. Sebuah drama sepak bola Indonesia, selayaknya liga-liga Eropa.

Salute untuk Bali United dan Borneo FC, yang telah menghadirkan sepak bola industri di negeri ini. Dan sukses selalu untuk Nadeo Arrizabalaga. Manyala!

Photo: Istimewa

Artikel Terkait

Back to top button