BacaanSport

Borneo FC “Tolak” Bentangkan Spanduk Stop War, Ajak Dunia Untuk Melihat Kondisi Palestina

Konflik Ukraina dengan Rusia disikapi banyak pihak dengan berbagai cara. Ada yang pro ada juga yang kontra. Ada yang mendukung ada juga yang justru mengungkit kejadian serupa, di daerah lain.

Imbas ini pun tak hanya dirasakan antar negara, namun sudah menyentuh olahraga. Tak terkecuali sepak bola. Wakil Rusia di ajang internasional di tangguhkan keikutsertaannya oleh FIFA. Tak terkecuali timnas sepak bola Rusia. Mereka dilarang tampil diseluruh hajatan sepak bola dunia.

Di Indonesia, Liga 1 Indonesia juga turut serta menyebarkan kempen menolak perang. Agresi Rusia terhadap Ukraina dinilai banyak pihak dapat membuat perang dunia ke-3 pecah. Untuk itu, Liga Indonesia pun telah beraksi. Laga Persib Bandung dan Persija Jakarta beberapa hari lalu diawali dengan membentangkan spanduk bertuliskan stop war ketika kedua tim melalukan foto tim sebelum laga.

Lalu, apakah klub Liga 1 lainnya akan melakukan hal serupa. Borneo FC Samarinda sendiri telah mengambil sikap perihal itu. Seperti diketahuo Borneo FC yang akan melakoni pertandingan ke-29 melawan Persela Lamongan, Sabtu (5/4) di Stadion I Wayan Dipta, Bali. Dan dikabarkan Borneo FC akan menolak membentangkan spanduk serupa.

Penyebabnya, Borneo FC menilai kejadian serupa sudah lama terjadi saat Palestina di bombardir Israel. Namun kenapa baru saat ini kempen Stop War didengungkan. “Kami memilih diam karena ketika Palestina diserang kenapa mereka diam, jadi jika nanti disuruh menggunakan spanduk itu sebelum pertandingan saya sudah intruksikan tim untuk menolak,” ujar Nabil Husien Said Amin, presiden klub Borneo FC.

Aksi dukungan terhadap Palestine memang telah dilakukan banyak klub di Indonesia sejak lama, termasuk Borneo FC. Bahkan suporter Borneo FC juga pernah menbentangkan koreo di tribun bergambar bendera Palestina. Namun ketika itu, muncul ancaman agar setia klub sepak bola jangan mencampur adukkan politik dunia dengan sepak bola. Sehingga pesan yang tersampaikan seakan dibatasi. Namun hal berbeda terjadi ketika Rusia melakukan agresi militernya kepada Ukraina. Batasan-batasan itu justru dilanggar oleh mereka yang membuat aturan. Hingga memunculkan tanda tanya besar bagi klub-klub seperti Borneo FC yang mendukung dunia tanpa peperangan sejak lama.

“Kita semua ingin hidup damai di dunia, tidak ada peperangan, kami setuju itu, demi Allah atas nama tuhan kami, kami mencintai perdamaian, dan untuk itu juga kami pun mencintai saudara-saudara kami di Palestina dan negara lain di Timur Tengah yang hingga kini masih terjadi peperangan disana,” pungkas Nabil penuh haru.

Artikel Terkait

Back to top button