BacaanSocio Cultural

Calon Pengganti Kim Jong Un Dikenal Lebih Bengis: Masih Berani Pak Isran Menghadapi Rudal Korea Utara?

Linimasa dibanjiri soal kabar kondisi kesehatan pemimpin ikonik Korea Utara Kim Jong Un yang kian memburuk —bahkan digosipkan meninggal dunia setelah menjalani operasi jantung. Banyak pihak meramalkan hal-hal besar terjadi di negera berjuluk tirai besi tersebut, walaupun ini bukan kali pertama ia digosipkan meninggal dunia. Saat itu pada 2014 dia sempat tidak muncul ke publik selama 6 minggu.

Alasan dikabarkan meninggal beragam. Mulai serangan jantung hingga kudeta militer.
Namun isu kali ini membuat situasi di Pyongyang —ibu kota Korea Utara— panik. Penduduk mulai menumpuk barang belanjaan, seperti beras, barang elektronik, minuman keras, ikan kalengan serta rokok. Transportasi pun menjadi sedikit bermasalah.

Infonya kereta api di perbatasan Korea Utara dan Utara Cina mengalami gangguan. Terlihat ada helikopter yang terbang rendah di tengah kota. Seperti menyiratkan hal yang tidak biasa. Anna Fifield, selaku Kepala Biro The Washington Post di Beijing dan juga penulis biografi Kim Jon Un menyatakan bahwa banyak pertanyaan yang ditujukan kepadanya terkait simpang siur kabar kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Korea Utara itu.  “Jawaban singkatnya, sekarang adalah saya tidak tahu. Tak satu pun dari kita akan tahu sampai (pemerintah) Korea Utara memberi tahu kita, atau dia (Kim Jong Un) muncul lagi,” ujarnya seperti yang dikutip dari The Washington Post edisi 26 April 2020.

Hal tersebur juga memantik spekulasi seperti kemungkinan adanya Supreme Leader wanita pertama di Korea Utara. Karena sepeninggal Kim Il Sung, kakek Kim Jong Un pada 1994 lalu, pemerintah Korea Utara menetapkannya sebagai Presiden Republik Abadi. Sehingga para penerusnya tidak dilantik menjadi Presiden, melainkan sebagai Pemimpin Tertinggi. Diketahui jika sang pemimpin memiliki seorang adik perempuan bernama Kim Yo Jong. Wanita lajang berusia 31 tahun ini bukanlah sosok baru di dunia pemerintahan Korea Utara. Karena beberapa kali ia terlihat mendampingi sang kakak dalam acara-acara kenegaraan.

Melihat sepak terjang tersebut, ia pun diramalkan akan menjadi suksesor Kim Jong Un apabila ia meninggal dunia. Diketahui bahwa Kim Yo Jong tidak kalah tegas (atau bengis) dibanding kakaknya. Bahkan ia sempat mendapat julukan Ratu Eksekusi. Berbagai kontroversi pun sempat menghampirinya, seperti di gosipkan menikah dengan pebasket legendaris Chicago Bulls, Dennis Rodman karena ia terlihat beberapa kali berkunjung ke Korea Utara dan bertemu langsung dengan Kim Jong Un, beberapa pihak menyiratkan bahwa sang pemimpin menjodohkan Rodman dengan adiknya, walaupun tidak ada pernyataan resmi dari keduanya.
 
Tidak hanya itu, Kim Yo Jong juga masuk daftar hitam di Amerika Serikat terkait isu hak asasi manusia. Walaupun ia seorang wanita, namun di mata para penduduk Korea Utara posisinya tetaplah sama untuk bisa meneruskan dinasti keluarganya yang sudah memimpin negara tersebut sejak 1946.

Jika melihat rekam jejaknya yang kurang baik dengan Amerika Serikat, besar kemungkinan Kim Yo Jong tidak akan beramah tamah dengan negara adidaya itu. Bisa saja menjadikan kondisi bilateral antar kedua negara kembali memanas. Padahal sang kakak sudah melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden AS, Donald Trump di zona demiliterisasi Korea Utara tahun lalu, terkait isu nuklir yang melibatkan kedua negara tersebut.

Namun jika dinilai dari karakternya yang dingin, bisa saja Kim Yo Jong melakukan beberapa manuver politik di masa transisi kepemimpinan kakaknya nanti, dan mewajibkan banyak negara di dunia untuk waspada jika sewaktu-waktu isu perang nuklir menguak kembali ke permukaan. Ini sebenarnya juga warning bagi masyarakat Kalimantan Timur. Karena sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor sempat membandingkan antara Covid-19 dengan nuklir Korea Utara. “Bagi saya, masyarakat kami mungkin lebih mau menghadapi rudal Korea Utara daripada menghadapi Corona,” ujar Isran saat diwawancarai di TvOne, 17 Maret 2020 lalu, seperti dilansir dari tribunews.

Pertanyaan buat Pak Isran, kalau akhirnya Kim Yo Jong benar-benar menggantikan sang kakak Kim Jong Un sebagai Pemimpin Tertinggi, rakyat Kalimantan Timur berani menghadapi rudal Korea Utara? 

Artikel Terkait

Back to top button