BacaanSamarindaSport

Cara Borneo FC Orbitkan Telenta Lokal hingga ke Level Timnas, Perhatikan SSB dan Sumbang Ratusan Bola

Keberadaan Borneo FC yang menjadi satu-satunya klub asal Kalimantan Timur di top level kancah sepak bola nasional, bermakna ganda. Menjadi ambosador yang membawa nama besar daerah, juga penting menjadi satu-satunya harapan bagi para pesepakbola amatir lokal ke jenjang profesional.

Soal perannya di poin ke dua itu, Borneo FC tampak begitu perfeksionis dalam menjalankannya. Pesut Etam bahkan berkomitmen memperhatikan perkembangan talenta muda Kota Tepian dan Benua Etam pada umumnya.

Tak sebatas merekrut pemain muda lokal, Pesut Etam melalui presidennya, Nabil Husein Said Amin, dalam waktu dekat akan mendistribusikan bantuan bola kepada Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun akademi sepak bola di Samarinda.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Borneo FC untuk kemajuan sepak bola di kotanya. “Dulu Samarinda ini dikenal sebagai kota sepak bola. Kita harus menjaganya agar tetap dalam semangat yang sama. Karena itu, kita akan distribusikan bola-bola ke SSB. Kami berharap itu bisa menambah semarak,” ujar Nabil kepada Mahakama.co.

Hingga kini, selain Nahusam Football Academy (NFA), jumlah SSB yang aktif di Kota Tepian dan sekitarnya diketahui mencapai puluhan. Diantaranya: Academy Harbi, SSB Samkot, RMK Utama Academy, SSB Friends, SSB Putra LBK, SSB GMK Karang Asam, SSB Annur Al Ikhlas, SSB Baja, Mekar Jaya Academy, SSB Komura, SSB Pratama Yudha, Samaras Samarinda FC, SSB RMK Lempake, Putra Loa janan Academy, ACC L3, ACN Muara Badak, Elang Borneo Sakti dan Samarinda Soccer.

Angka ini pun diprediksi akan terus bertambah, atau bisa saja berkurang. Sebab pendataan masih terus dilakukan, tergantung dengan keaktifan dari SSB tersebut. “Setiap SSB yang aktif nantinya akan kita beri 50 pcs bola. Ada juga SSB di luar Samarinda yang kita kasih. Ini sebagai wujud kepedulian kami akan pentingnya pembinaan di level grassroot, semoga secepatnya bisa tersalurkan,” beber Nabil lagi.

Kepedulian Nabil Husein terhadap talenta pesepakbola bukan tanpa alasan. Selain visi-misi Borneo FC yang ingin menjadi wadah pesepakbola lokal menimba kerasnya kompetisi professional, dalam beberapa musim ini juga Borneo FC terbilang konsisten mengorbitkan banyak pemain muda potensial ke level nasional.

Kita bisa melihat penjaga gawang Borneo FC senior saat ini, Gianluca Pandeywunu. Ada gelandang enerjik Wahyudi Hamisi dan penyerang sayap lincah Rifal Lastori. Tiga nama ini merupakan jebolan tim junior Borneo FC. Lalu ada juga Ulul Azmi, Wiranto, M Ilhamsyah, serta dua legiun muda yang kini memperkuat Arema FC: M. Iksan dan Nurdiansyah. Ini belum termasuk, M. Hidayat (Persebaya Surabaya) dan Muhammad Habibie (Sulut United) yang juga tak kalah bersinar.

Hingga kini, nama-nama lain juga terus bermunculan melalui tim muda Borneo FC. Ini sekaligus membuat tradisi Borneo FC menghantarkan pemainnya ke skuad tim nasional tetap terjaga setiap musimnya. Terbaru, ada nama Arya Gerryan yang dipanggil Tim Nasional U-19. Arya Gerryan merupakan produk asli Samarinda yang tinggal, lahir dan besar di sebuah perkampungan di Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang.

“Kita selalu bangga kalau ada anak-anak dari Borneo FC yang dipanggil timnas. Memang jadi target kami setiap tahunnya memasok pemain timnas di semua jenjang umur, baik junior maupun senior,” urai Nabil penuh ambisi.

Arya Gerryan Senyiur Lawolo sendiri adalah pemuda asli Samarinda Seberang yang mampu mendapatkan kontrak profesionalnya bersama tim senior Borneo FC. Sebelumnya dia lebih dulu membela tim pro elite academy Borneo FC U-16 dan U-18. Berkat penampilannya yang konsisten, selain mampu menembus tim senior Borneo FC, Arya Gerryan juga dipilih pelatih timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong guna persiapan berlaga pada Piala Asia 2020 di Uzbekistan, 14-31 Oktober 2020 mendatang.

Rasa syukur bisa menjadi bagian bakal calon penggawa Garuda di level internasional tak dilupakan Arya. Apalagi semasa kecil, seakan ingin membuktikan omongan sang ayah, bahwa besar kelak dirinya bakal menjadi pesepakbola andal perlahan sudah mulai tampak. “Waktu saya kecil dulu, saya sering diajak nonton bola ke Stadion Segiri sama (alm) bapak. Waktu itu bapak bilang, saya bakal ada di lapangan itu dan akan ditonton bapak. Itulah yang bikin saya selalu termotivasi mengejar prestasi sebagai pesepak bola,” kata pemain kelahiran Samarinda, 24 Oktober 2001 itu. Beberapa tahun lalu, sang ayah bernama Darwin Gerryan berpulang akibat kecelakaan.

“Terkhusus untuk Arya Gerryan, terus semangat, buktikan kalau anak Samarinda juga bisa manyala,” timpal Nabil Husien sembari membakar semangat. (*)

Artikel Terkait

Back to top button