BacaanEkobisSamarinda

Di Toko Arjuna Ludes 30 Menit: Kelangkaan Viennetta karena Konspirasi?

Belakang terakhir Samarindans –sebutan buat warga Samarinda— resah. Iya resah dan gelisah. Bukan resah karena mulai bergerak naiknya harga sembako ataupun keperluan premium lainnya akibat Covid-19. Kegelisahan Samarindans menyangkut soal susahnya mencari es krim legendaris: Viennetta.

Kabar semakin runyam, ketika sosial media diramaikan investigasi seorang netizen yang menemukan spot penyimpanan es krim Viennetta di berbagai gerai ritel modern. Dalam penjelasannya, es krim Viennetta kedapatan disimpan dibagian bawah dalam freezer agar tak terlihat. Sontak hal itu menguatkan indikasi bahwa es krim tersebut memang sengaja disimpan oknum.

Meski tudingan itu telah dibantah Alfamart dan Indomart sebagai gerai yang tertuduh, namun kabar kadung tersebar luas. Tak sedikit kulkas rak pajang di gerai supermarket dan minimarket dibuat berantakkan oleh konsumen yang penasaran. Huru hara pun mulai terjadi akibat banyaknya yang mencari dengan cara “bar-bar” itu.

“Kita pastikan tidak ada. Tidak ada yang kita sembunyikan. Kita jual biasa. Harga enggak ada yang kita naikin. Indonesia lagi susah. Lagi prihatin. Kami lagi berusaha memenuhi kebutuhan pokok. Viennetta diangkat buat apa. Itu enggak layak ditanggapi,” tegas Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf seperti dikutip dari Tirto.id. 

Di Samarinda, dari penulusuran Mahakama.co sejak Minggu lalu, Viennetta sebebarnya sudah dipasarkan. Namun untuk lokasi penjualan masih terbatas. Info yang diterima Mahakama.co bahwa Indomaret Sambutan, Indomaret Sejati dan Alfamidi Alimudin mendapat jatah. Tak banyak cincong, kami pun bergegas ke tempat tersebut, namun sesampainya di kulkas rak pajang ketiga ritel modern itu, semua nihil. Kami pun terpaksa pulang dengan kepala tertunduk dibalut gundah yang membatin.

Cerita lain justru didapat Toko Arjuna. Disebutkan toko yang juga legendaris di Samarinda itu kebagian jatah dua karton Viennetta. Satu karton berisi enam Viennetta. Namun diberlakukan aturan bagi konsumen, satu orang hanya boleh beli satu. Viennetta pun ludes tak kurang dari setengah jam.

“Saya ini lama mengikuti soal konspirasi, dan saya menganggap fenomena ini bagian dari konspirasi. Pintar memang ini, mereka memanfaatkan orang-orang Samarinda yang aktualisasi dirinya tinggi, biar bisa dapat barang pertama buat pamer di sosial media,” kesal M Asryad, seorang konsumen yang juga kecewa tak dapat kebagian membeli Viennetta.

Dugaan konspirasi ini dipertajam dengan kejadian di Balikpapan, seorang netizen berhasil mengabadikan oknum yang menimbun Viennetta. “An****tt parah bgt w dah ngeliat tu eskrim viennetta sekardus dipegang mba mbanya tp mba mbanya bilang gaadaaaa. F**ek bgt,” tulisanya melalu akun twitter @sadgwurl. Bukan main!!!. 

Artikel Terkait

Back to top button