BacaanSamarindaSeni

Dilirik Label Nasional, Sari si Gadis Penjual Kelapa Merambah Dunia Tarik Suara

Diana Ela Sari, gadis cantik asal Samarinda yang sempat menggemparkan jagad digital di tanah air. Tangannya begitu terampil mengupas kelapa muda. Lalu menjual es kelapa. Tanpa sedikit pun rasa malu. Aksinya itu pun mengundang decak kagum. Tak heran kalau aksinya viral di dunia maya.

Atas kehebohan itu, kini Sari banyak diperbincangkan orang. Sosoknya mulai dikenal khalayak. Apalagi sudah banyak stasiun TV swasta nasional yang meliputnya. Itu belum termasuk, puluhan media cetak dan online yang semakin membuat riuh.

Atas ketenarannya, kini Sari menikmati buah berkah kerja kerasnya. Dirinya kini kebanjiran endorse di akun Instagram pribadinya. Dengan followers mencapai lebih dari 60 ribu orang, secara bergantian Sari me-review berbagai macam produk. Baik itu lewat feed maupun video di Instagram story miliknya.

Ditengah kesibukkan berjualan es kelapa dan menerima endorse-an, Sari rupanya memiliki tantangan baru yang menarik. Sebab saat ini, gadis yang tengah menimba ilmu di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Jurusan Administrasi Bisnis itu dikabarkan tengah merambah dunia tarik suara.

Anak dari pasangan Supriyono dan Musrifah ini disebut dilirik oleh JD Record. Sebuah perusahaan musik nasional, milik produser terkenal Jan Djuhana.

Proses penggarapan lagu perdana Sari pun seluruhnya bernuansa lokal. Karena pencipta dan musik arranger dari lagu tersebut, juga digarap orang Samarinda asli. Lagu diciptakan oleh Djibril Umar, sedangkan musik dipoles oleh Muhammad Riza Fahlevi. “Sekarang lagi masuk tahap rekaman. Insya Allah dalam waktu dekat sudah bakal dirilis,” ungkap Djibril, yang juga merupakan anak dari M Novi Umar, musisi senior Kaltim.

Lagu perdana Sari ber-genre Pop Dangdut. Pemilihan genre ini diucapkan Djibril sudah melewati tahap pemantauan yang matang. Menyesuaikan karakteristik suara Sari. Padahal diketahui, Sari lebih suka musik ber-genre reggae. “Ini judul lagunya, Perjaka atau Duda, kita liat cocok banget sama karakter suaranya Sari,” urai Djibril.

Mendapat kesempatan masuk dapur rekaman, gadis kelahiran Samarinda, 2 Januari 1998 itupun bak mimpi di siang bolong. Wajar saat tawaran masuk, dia tampak sangat bahagia. Apalagi tawaran datang bukan dari label kaleng-kaleng. Tapi merupakan salah satu label kelas kakap di blantika musik nasional.

Sari yang merupakan lulusan SMK 3 Samarinda jurusan Kecantikkan Kulit ini memang memiliki hobi menyanyi sedari lama. Namun, dirinya tak menyangka, kebiasaan itu membawanya hingga ke tahap ini.

“Sari senang banget, apalagi selama proses rekaman, dibantu orang-orang pengalaman. Ada bang Novi Umar juga yang memandu, jadi Sari nggak canggung. Pokoknya mohon doanya ya. Dan tunggu single pertama dari Acil Nyiur,” pungkas Sari semringah. (*)

Artikel Terkait

Back to top button