BacaanSport

Dukungan Nabil untuk Pemain dan Kitman Borneo FC: Restui Sultan Samma Jadi “The Next Pirlo”

Untuk ukuran usia pemain bola di Indonesia, karir Sultan Samma di lapangan hijau masuh cukup panjang. Usianya kini 34 tahun. Kalau berkaca dari Cristian Gonzalez yang sudah berusia 40 tahun dan masih merumput, gelandang serang milik Borneo FC ini masih bisa berkarir sebagai pemain sepak bola professional hingga 7 tahun ke depan.
Namun pria kelahiran Samarinda, 13 April 1986 ini sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk menjadi pelatih.

Ya, untuk mengisi kekosongan kompetisi akibat pandemi, Sultan dan Abdul Rahman, pemain sayap kiri Borneo FC, kini mengikuti kursus kepelatihan.
Hingar bingar sepak bola tanah air kembali harus terhenti. Banyak alasan yang mengharuskan pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 kembali tertunda. Salah duanya karena pandemi yang belum tertanggani dan pesta demokrasi yang jadi prioritas.

Keduanya pun kini mengikuti kursus kepelatihan Lisensi C yang digelar di Kota Samarinda. Pelaksanaan coaching course ini digelar Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim. Kepelatihan ini digelar 10-23 Desember 2020 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda.

Mahakama.co
Gambar hanya sebagai pemanis 😀

“Alhamdulillah bisa ikut. Ini akan menambah ilmu saya di dunia sepak bola. Jelas saya sangat tertarik dengan keikutsertaan di kursus lisensi C,” kata Sultan.

Hal nyaris sama juga diuraikan Abdul Rahman. Dia menyebutkan memang sudah lama mengincar kursus tersebut. Sebab, sebagai pesepakbola dirinya ingin memperkuat pijakannya dengan tak hanya sebagai pesepakbola, namun juga bisa beranjak ke dunia kepelatihan. “Iya ini sudah lama ya mau ikut. Alhamdulillah semoga dilancarkan,” ujar pemain kidal jebolan sepak bola PON Kaltim XVII 2008 ini.

Dari posisi dan perawakan, tak berlebihan rasanya menyamakan Sultan Samma dengan Andrea Pirlo. Samma dan Pirlo sama-sama berposisi sebagai gelandang pengatur serangan. Kini Pirlo menukangi raksasa Italia, Juventus. Bukan tidak mungkin, Samma nanti bisa menukangi Borneo FC saat berkarir sebagai pelatih.

Mahakama.co
Contoh gambar kalau Sultan Samma jadi pelatih pro 😀

Ya, keikutsertaan dua alumni golden era sepak bola Kaltim pada kursus kepelatihan C yang digelar akhir tahun 2020 ini , tak lepas dari peran Borneo FC.

Pesut Etam memang dikenal selalu mendukung kiprah pemainnya di luar tanggung jawab sebagai pemain profesional di klub. Banyak pemain yang direkomendasikan Borneo FC untuk mengikuti lisensi kepelatihan. Mulai kepelatihan level C, B, A hingga Pro. Bahkan, seorang kitman yang biasanya dipandang sebelah mata orang, di Borneo FC justru didukung jika ingin ikut memperdalam ilmu di bidang kepelatihan. Hal itu terjadi dengan Valdy Jengi, seorang kitman yang telah memiliki Lisensi D Nasional.

“Pada intinya kami senang, bahwa pemain juga ingin memperdalam ilmu sepak bolanya. Tak hanya sebagai pemain, namun sudah memikirkan kedepannya seperti apa,” tanggap bos besar Borneo FC, Nabil Husein Said Amin. (*)

Back to top button