BacaanSamarindaSocio Cultural

Enggak Cuma Ngeluh, Anak Muda dari HIPMI Samarinda Ini Sumbang 1.000 Paket Sembako

Anak-anak muda Samarinda mungkin bisa mencontoh ini. Keluhan demi keluhan yang semakin lantang disuarakan akibat Covid-19, tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Anak muda mestinya tidak hanya pandai mengkritik pemerintah, tapi juga memberikan solusi konkret.  Apa yang dilakukan kumpulan anak muda yang tergabung di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Samarinda ini mungkin bisa jadi sumber motivasi. 

Melalui sang ketua umum, H Abdurrasyid Rahman, HIPMI Samarinda menyumbangkan 1.000 paket sembako untuk disalurkan ke masyarakat yang ekonominya terpuruk akibat kampanye social distancing akibat Covid-19.

Penyerahan simbolis ini langsung diterima oleh Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, yang juga merupakan menjadi Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Samarinda, 6 Maret 2020.

Nantinya dari total 1.000 paket sembako, 500 paket akan disalurkan melalui tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Samarinda. Sedangkan, 500 paket sembako lagi disalurkan secara mandiri oleh Hipmi Samarinda.

Rasyid —sapaan akrab Abdurrasyid Rahman— berharap aksi ini menjadi pelecut bagi pengusaha lainnya untuk ikut serta bahu membahu melawan persoalan yang muncul akibat wabah ini. 

“Besar harapannya, kegiatan ini bisa memberikan suntikan motivasi kepada pengusaha lainnya untuk turut berpartisipasi membantu pemerintah dalam menangani Covid-19 di Samarinda,” terang pria yang juga biasa disapa Haji Imbit ini.

Saat penyerahan paket sembako ini,  Rasyid didampingi Sekretaris Umum Hipmi Samarinda Aris Nur Huda, Ketua Bidang OKK Rendi dan Ketua Bidang Pariwisata, Teknologi dan Informasi, Abdurrahman Amin.

Dalam penyerahan itu, Wali Kota didampingi Kepala Diskominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, Asisten I Setkot  Tejo Sutarnyoto dan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Samarinda Syharuddin. Jaang lantas memberikan apresiasi yang tinggi kepada anak-anak muda yang tergabung di Hipmi Samarinda.  “Ini sangat berarti di tengah kesulitan warga akibat dampak buruk dari social distancing,” paparnya. 

“Sebenarnya ada 3.000 paket sembako yang disalurkan, namun dua ribu paket lainnya dilakukan oleh Ikatan Keluarga Alumni Teknik Industri (IKA-TI) Unmul dan Gerakan Pemuda Islam Kaya (Gerapik), yang masing-masing menyalurkan 1000 paket sembako,” tutup Rasyid yang juga merupakan ketua umum kedua organisasi itu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button