BacaanSeni

Film Horor Terbaru Garapan Ari Aster: Dikemas dengan Tema Nightmare Comedy

Setelah sukses menuai banyak pujian lewat Hereditary dan Midsommar, Ari Aster sang sutradara dari kedua film tersebut kini bersiap untuk sebuah proyek terbaru. Proyeknya ini ia gambarkan sebagai sesuatu yang bertema “nightmare comedy”.

Ari menambahkan bahwa ia baru saja merampungkan materi untuk film tersebut. Seperti dilansir NME, Ari yang diwawancara mahasiswa program studi UC Santa Barbara mengatakan bahwa film ini akan berdurasi sangat panjang dan hanya untuk penonton dengan klasifikasi dewasa. “Yang saya tahu, proyek ini akan berdurasi selama 4 jam, dan hanya untuk penonton dengan usia 17 tahun ke atas,” ujarnya.

Sebelumnya, Ari memang pernah berkata bahwa proyek terbarunya ini sebagai sesuatu yang berbau “nightmare comedy” dengan sedikit bumbu melodrama, seperti yang di ungkapkannya pada Reddit AMA tahun lalu.

Sutradara yang terkenal dengan ciri khas horor “nyeleneh” ini selama 2 tahun berturut-turut ramai di perbincangkan para kritikus film. Karyanya yang berjudul “Hereditary” sukses memainkan rasa takut para penonton meskipun minim jump scare, cerita sebuah keluarga dengan banyak rahasia yang disebabkan sang nenek ternyata adalah seorang pemuja iblis bernama Paimon, hingga menyebabkan satu persatu anggota keluarga ini tewas dengan cara tidak wajar. Horor ini pun mampu dikemas sangat baik oleh Ari, menjadikan “Hereditary” sebagai salah satu horor terbaik di tahun 2018.

Belum lagi “Midsommar”, karya Ari yang pada 2019 lalu banyak dipuji oleh khalayak ramai sampai digadang-gadang bisa masuk Oscar, menampilkan kisah sekelompok remaja yang berlibur di pedalaman Swedia. Tapi ternyata tempat tersebut adalah desa para anggota kultus yang kerap melakukan berbagai ritual aneh berbau seksualitas dan sadisme yang telah berlangsung dalam waktu lama. Menjadikan satu demi satu mahasiswa tersebut tumbalnya. Sampai pada akhir film, hanya ada 1 orang dari kelompok tersebut yang selamat. Yang membuat “Midsommar” berbeda adalah, jika kebanyakan film horor dikemas dalam kondisi remang cahaya, gelap, atau malam hari, film ini malah lebih banyak menampilkan adegan di siang hari, belum lagi perpaduan warna yang sangat indah dari biru langit, hijau rerumputan, putih seragam anggota kultus, hingga warna-warni berbagai jenis bunga yang sangat jarang kita temukan di film horor manapun.

Mari kita tunggu proyek terbaru Ari Aster ini apakah mampu memberikan nuansa yang sama seperti dua pendahulunya tersebut. (*)

Artikel Terkait

Back to top button