BacaanSocio Cultural

Hampers Mengajarkan Kita Kalau Kini Cara Berterima Kasih Memang Berbeda

Suasana Lebaran Idulfitri 1441 Hijriah dilalui umat Muslim dengan balutan teror pandemi Covid-19. Namun hal itu tak sedikitpun mengurangi kegembiraan masyarakat. Tradisi silahturahmi pun semakin semarak dengan saling berbalas mengirim hadiah.

Ada yang menyebutnya dengan istilah parsel. Tak sedikit yang menyebut hampers. Keduanya diketahui merupakan bahasa serapan. Meski sama, namun keduanya memiliki jenis yang berbeda.

Hampers lebih merujuk pada hadiah yang disusun di dalam keranjang atau dikenal dalam bahasa Inggris, gift basket. Artinya, jika melihat budaya orang Indonesia yang mengirim bingkisan dengan keranjang anyaman, istilah hamper dianggap lebih tepat.

Sedangkan Parsel, biasanya lebih sederhana. Karena dibungkus plastik bening atau bisa berupa paket. Nyaris sama seperti kado.

Dikutip dari Kompas.id, parsel bahkan dalam dunia pengiriman barang, bisa dirujukkan pada semua barang yang dikirim. Entah itu dokumen, makanan, barang mentah, ataupun produk jadi lainnya. Dengan kata lain, selama terbungkus dengan baik, barang itu disebut parsel.

Budaya orang Indonesia berbalas memberi hampers ini pun memunculkan pro dan kontra di dunia maya. Ada pihak yang merasa cara hal ini sebagai ajang pamer kekayaan. Namun anggapan itu buru-buru dibantah. Salah satunya Soleh Solihun. Komedian yang juga penyiar radio itu mengatakan tradisi berbagi itu merupakan hal yang wajar. “Menunjukkan kiriman hampers di media sosial tuh tujuan utamanya bukan pamer ke orang lain bahwa kita dapet kiriman. Lebih ke menghargai si pengirim, sekalian ngabarin bahwa kiriman sudah diterima,” tulisnya di jejaring sosial dan mikroblog daring pribadinya.

Namun ada juga yang menerka-nerka, bahwa istilah hampers ramai digunakan masyarakat Indonesia karena disinyalir akibat larangan menerima parsel beberapa tahun lalu. “Mungkin takut dianggap gratifikasi, jadi diubah penyebutan namanya,” urai Ibem, masyarakat Samarinda.

So, kamu sudah dapat hampers dari mana saja pada Lebaran tahun ini? Jangan lupa diposting yah kalo sudah diterima atau sudah dibuka, sekaligan pengirimnya di-tag. Sumpah, itu bukan pamer kok. Tapi cara kita bersosial memang sudah berubah, termasuk cara kita berterimakasih di era 4.0 ini. (*)

Back to top button