BacaanSamarinda

Harus Diakui 112 Versi Samarinda Enggak Kalah Hebat dan Sangat Bermanfaat

Masyarakat dunia sudah cukup akrab dengan layanan call center untuk panggilan darurat. Setiap negara memiliki nomor khusus sebanyak tiga angka yang digunakan secara nasional untuk memusatkan panggilan.

Di Amerika Serikat 911 adalah nomor panggilan darurat bagi masyarakat Negara Adidaya itu untuk melaporkan keadaan darurat. Layanan itu juga tersambung ke pemadam kebakaran, pertolongan medis, pengangkutan (evakuasi) ke rumah sakit dan kepolisian.

Layanan nomor tunggal ini pertama kali digunakan pada 1967 silam. Tetapi sudah 10 tahun sebelumnya ide ini diluncurkan oleh Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Nasional Amerika Serikat, kala itu. 53 tahun berselang, hingga kini layanan 911 itu masih memiliki segudang manfaat. Meski perkembangan teknologi informasi sekarang begitu pesat, layanan 911 tetap menjadi andalan warga negara Abang Sam itu saat dalam keadaan darurat.

Lalu bagimana penggunaan layanan serupa di Indonesia? Apakah layanan 911 juga berlaku? Jawabannya: tidak. Ya, meski layanannya sama, namun nomornya berbeda.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuat layanan call center tanggap darurat di nomor 112. Program ini diluncurkan pada 2017 silam oleh Menteri Kominfo saat itu, Rudiantara.

Dikutip dari situs Kominfo, program ini menyatukan semua kepentingan untuk layanan panggilan darurat. Karena sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga memiliki layanan serupa di 119. “Kini layanannya disatukan,” ungkapnya.

Bekasi, Jawa Barat adalah daerah pertama yang menerapkan program untuk diuji coba. Memang call center ini dibuat mirip dengan layanan serupa di Amerika Serikat. Meski pulsa habis dan darurat, panggilan tetap bisa dilakukan.

“Kalau 112 saya keluarkan PP itu operator tidak boleh men-charge di 112. Bahkan kalau enggak ada pulsanya tetap bisa nyambung. Kalau diintegrasikan dengan 199, itu enggak apa-apa ya, yang penting bagus. Make it simple,” tambah Rudiantara.

Kenapa harus 112, bukan 911 seperti di Amerika Serikat? Karena di Indonesia penomoran panggilan telepon dengan awalan 9 telah digunakan lebih dahulu oleh perusahaan telekomounikasi Bakrie Telecom. Sehingga 112 yang juga mudah diingat dipilih sebagai nomor layanan call center gratis ini.

Lalu bagaimana penerapannya di Samarinda? Di Kota Tepian layanan panggilan darurat 112 ini mulai diperkenalkan dan digunakan pada Oktober 2019. Sejak pertama kali di-launching Diskominfo Samarinda, respons Samarindans —sebutan untuk orang Samarinda— cukup tinggi.

Dua minggu setelah diperkenalkan, layanan telepon darurat 112 bahkan menerima 10.265 aduan. Kalau di rata-ratakan, sehari menerima 700-an laporan dari masyarakat. Mungkin tak sedikit di antaranya yang sekadar iseng atau ngetes doang.

“Saya dapat laporan sejak dua pekan beroperasi, petugas yang piket selama 24 jam di Command Center hanya dari Dinas Kominfo, Satpol PP dan Damkar. Padahal panggilannya sangat tinggi,” kata Wakil Wali Kota Barkati, kala itu seperti dilansir dari korankaltim.com.

Keluhan itu disampaikan Barkati agar keberadaan 112 benar-benar maksimal sebagai tempat pengaduan awal pelayanan masyarakat Samarinda. Sehingga sangat perlu layanan ini terhubung dengan sejumlah instansi berkepentingan lainnya.

Kini, di tengah masa pandemi Covid-19 layanan 112 begitu penting bagi masyarakat Samarinda.

Sejak awal kemunculan corona di Indonesia yang diumumkan Presiden Jokowi awal Maret lalu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda sudah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menggandeng kerja sama Dinas Kominfo Samarinda.

“Sejak saat itulah pihaknya telah menempatkan petugas khusus di layanan 112, kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) DKK Samarinda, dr Osa Rafshodia.

“Warga yang ingin tahu tentang Covid-19 bisa menelepon ke 112, tenaganya sudah kita latih. Bisa juga untuk melaporkan hal-hal lainnya” kata Osa seperti dikutip dari Selasar.co.

Ya, layanan 112 memang menjadi tempat rujukan pertama dan utama bagi warga Samarinda untuk melaporkan seputar pandemi mematikan tersebut. Peran 112 di tengah pandemi ini sangat membantu masyarakat Samarinda. Setiap harinya, sosial media Instagram @SamarindaSiaga112 juga tak kalah sigap. Update terkini perihal jumlah pasien positif dan sembuh turut ditampilkan. Lengkap dengan data terbaru orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Memang masih banyak hal yang patut dikritisi dari cara pemerintah kota dalam menanganani Covid-19 di Samarinda. Tetapi optimalisasi layanan 112 benar-benar membantu masyarakat. Kami sih melihat ini bentuk pelayanan Pemkot Samarinda yang paling maksimal bagi masyarakat. Terus berbenah yah Samarinda. (*)

Artikel Terkait

Back to top button