BacaanSocio Cultural

Ing Kuota Mangun Karso, Tut Wifi Handayani

Dalam situasi pndemi saat ini, memang banyak hal yang berubah. Baik itu cara bersosial maupun hal lainnya. Sejak awal tahun 2020 lalu berbagai kampanye kesehatan disosialisasikan untuk tetap menunjang kegiatan yang mengharuskan beraktivitas di luar rumah. Bagi yang tidak terlalu penting untuk ke luar rumah maka disarankan untuk stay at home saja.

Salah satu yang cukup signifikan terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah institusi pendidikan. Sekolah maupun kampus sama-sama menghadapi situasi yang belum pernah diterapkan sebelumnya: kelas online.

Orang tua yang sebelumnya menitipkan anak-anak mereka ke guru di sekolah saat ini harus terlibat dalam proses ajang mengajar karena pembatasan sosial yang tidak memungkinkan sekolah untuk mengumpulkan anak-anak dalam satu ruangan. Begitu juga dengan para mahasiswa yang tidak lagi kuliah di dalam kelas, namun dilaksanakan dalam ruangan-ruangan virtual.

Pada awal-awal adaptasi, perubahan proses belajar ini adalah kendala pada proses dan tata cara menggunakan aplikasi pertemuan online. Namun belakangan banyak kendala lainnya yang menjadi turunan masalah dari kelas online.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Dimas, yang tidak mampu untuk memiliki gawai sebagai sarana belajar online. Dimas pun terpaksa harus pergi belajar ke sekolah sendirian. Sementara teman-temannya belajar dari rumah. Belum lagi kendala paket internet yang juga membutuhkan biaya tidak sedikit. Walaupun beberapa operator selular menawarkan beberapa paket belajar, namun tetap saja menjadi beban biaya bagi yang tidak mampu.

Pada akhirnya slogan dari Ki Hajar Dewantara sang bapak pendidikan yakni “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” artinya: “Yang di depan memberi tauladan, yang di tengah memberi semangat, yang di belakang membantu mendorong” tidak lagi relevan. Mungkin dengan situasi sekarang lebih cocok dengan “Ing sinyal sung tulodho, ing kuota mangun karso, tut wifi handayani” yang artinya “Sinyal menjadi teladan, Kuota menjadi pemberi ide dan Wifi memberi dorongan”. Terasa amat pas saat situasi pandemi seperti sekarang ini.

Back to top button