BacaanSamarinda

Ini Enggak Lucu, Air PDAM Keruh dan Sering Ngadat di saat Kita Disuruh Sering-sering Cuci Tangan

Jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, masalah pelayanan air bersih di Kota Samarinda memang sudah begitu klasik. Padahal kota ini dilintasi Sungai Mahakam yang menjadi sumber baku utama untuk memproduksi air bersih.

Berbagai masalah yang timbul, di antaranya distribusi yang belum merata hingga kualitas air yang sering keruh. Saking seringnya air mati atau keruh, sampai-sampai kedua masalah ini sebenarnya bukan masalah lagi.

Nah, kali ini dua hal tersebut mau tidak mau kembali dipersoalkan lebih dalam oleh warga 0541 ini. Itu karena kondisi ini terjadi di tengah kampanye pemerintah yang melarang warganya beraktivitas di luar rumah alias social distance

Kalau sudah begini, pilihannya tinggal dua: bertahan di rumah dengan air kotor atau keluar menuju rumah kerabat untuk mencari tumpangan air bersih?

Jangan heran kalau dalam kondisi ini air bersih di Kota Samarinda sudah seperti harta karun. Apalagi, di sejumlah wilayah memang sudah beberapa minggu pasokan air bersih tersendat. Kalau pun menyala, pasti tidak bertahan lama.  “Kita disuruh sering-sering cuci tangan, tapi di situ juga air dikasih mati-mati terus,” terang Wahyu Wardoyo, warga Gunung Lingai, Sungai Pinang, Samarinda.

Kondisi ini memang memprihatikan. Bahkan tak jarang air yang mengalir ke rumah warga tak lagi jernih. Sehingga menimbulkan kekesalan ganda.  “Inilah jeleknya Samarinda, suka tiba-tiba mati air. Kalo enggak, airnya hitam kayak air got. Parah,” gerutu Eca Putri, melalui akun sosial medianya.

Keluhan tak berhenti di situ, kinerja PDAM Samarinda juga terus disorot. “Bagaimana sih, daerah Temindung Permai hingga Sempaja kenapa airnya tidak ngalir?,” tanya pengiat akun publik twitter ternama di Samarinda, @SamarindaUpdate.  “Bagaimana kita mau diam di rumah kalau air buat kita bersih-bersih aja tidak ngalir,” paparnya lagi dengan penuh kegeraman.

Di sisi lain, Pemkot Samarida pun sudah berupaya keras agar distribusi air bersih lancar mengalir ke rumah penduduk. Pemkot Samarinda sebenarnya sudah mengratiskan air bersih selama dua bulan, untuk pelanggan dengan golongan tertentu.

Muhammad Lukman, Humas PDAM Tirta Kencana saat dikonfirmasi membenarkan kabar penggratisan itu. Menurutnya, itu sudah sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.  “Bahwa golongan D1 dan sosial, itu (akan digratiskan) selama dua bulan, April dan Mei,” terangnya seperti dilansir Tribun Kaltim.

Kebijakkan ini diambil Jaang sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, selama masa serangan pandemik Covid-19. “Penggratisan tersebut bermaksud untuk mengurangi beban masyarakat semasa pandemi virus corona ini. Harapannya masyarakata menjadi terbantu dengan ada keringanan tersebut,” sahut Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin. (*)

Artikel Terkait

Back to top button