BacaanSamarindaSeni

Jika Parasite Diadaptasi Sineas Indonesia: Bengkuring Bisa Lokasi Syuting yang Ideal

Masih ingat Parasite? Karya garapan sutradara Bong Joon Ho. Cerita ini mengisahkan tentang keluarga Kim yang terdiri dari Kim Ki Taek, Kim Chung Sook, Kim Ki Woo dan Kim Ki Jung. Keluarga ini hidup dalam kemiskinan dan berusaha bertahan dengan bekerja pada keluarga Park yang terdiri atas Park Dong Ik, Park Yeon Kyo, Park Da Hye, dan Park Da Song. Film tersebut berhasil menggemparkan dunia, karena mencetak sejarah sebagai film Asia pertama yang memenangkan kategori Best Picture Oscars 2020.

Sebenarnya, isu kesenjangan sosial di Korea Selatan hampir setara dengan negara kita. Di dalam film Parasite, terdapat adegan keluarga Kim yang menderita karena rumahnya yang berada di kawasan kumuh terendam banjir dan banyak hal berharga yang tak dapat diselamatkan. Di sisi lain, keluarga Park menganggap hujan tersebut sebagai berkah karena mereka bisa tidur nyenyak dan membuat cuaca keesokan harinya menjadi cerah.

Dari segi dunia hiburan, adaptasi film luar negeri yang dilakukan sineas Indonesia bukanlah hal baru. Salah satunya adalah Miracle in Cell No. 7 yang digarap dengan bumbu kearifan lokal. Kalau film terkenal asal Korea Selatan tersebut bisa dibuat versi Indonesia-nya, tentu mengangkat ulang Parasite menjadi versi ke-samarinda-an tidak terdengar mustahil, bukan?

Coba bayangkan, keluarga Kim tinggal di kawasan Bengkuring. Saat hujan lebat, mereka selalu waswas rumahnya akan tenggelam karena air bendungan Benanga sewaktu-waktu bisa saja meluap tanpa bisa diprediksi. Sementara, keluarga Park adalah gambaran keluarga kelas atas yang roda kehidupannya tidak terpengaruh oleh banjir Samarinda.

Adaptasi film Parasite versi Samarinda ini juga dapat mendatangkan banyak keuntungan bagi pemerintah kota, lho! Salah satunya adalah munculnya objek wisata baru di Samarinda. Contohnya aja nih, New Zealand yang memanfaatkan lokasi syuting film The Lord of the Rings sebagai objek wisata. Bayangkan, para turis akan berbondong-bondong berkunjung ke Samarinda untuk melihat lokasi syuting Parasite versi Kota Tepian.

Meski cuma angan, tapi hal tersebut bisa menjadi opsi tambahan untuk kita semua. Toh, sepertinya fenomena banjir Samarinda juga tidak terlihat akan mereda. Pemerintah kota juga terkesan acuh tak acuh dengan bencana tahunan ini. Daripada masyarakat pusing memikirkan solusi permasalahan tersebut, bagaimana kalau kita berdamai saja dengan banjir di kota ini dan membuat sebuah musibah itu menjadi komoditas keuntungan? (*)

Artikel Terkait

Back to top button