BacaanSocio Cultural

Kami Mencari Tahu Mengapa Tidur Siang di Hari Raya Begitu Nikmat

Hari raya identik dengan kumpul keluarga. Berbagai hidangan masakan adalah jaminan hari ini kamu enggak akan kelaparan. Tapi, di hari Lebaran juga, sebagian orang malah merasakan kantuk berat hingga akhirnya tidur. Alih-alih merayakan momen tahunan itu, Lebaran jadi terasa flat aja.

Hari Raya Iduladha baru 2 hari berlalu. Seperti biasa, netizen selalu aktif melempar topik obrolan termasuk tentang Hari Raya. Salah satu cuitan menarik dari akun @aqilnaufalv yang membuat meme tidur di Hari Raya.

Dulu hingga sekarang, saya pun selalu tidur di hari Lebaran, Idulfitri juga Iduladha. Saya sebetulnya merasa berdosa. Dengan mudahnya orang-orang berekspresi di era media sosial, saya jadi tahu, bukan saya sendiri aja yang tertidur di Hari Raya.

Kalau ditelusuri, memang ada hal yang membuat kantuk muncul di Hari Raya. Di antaranya:
1. Tidur larut bahkan tidak tidur di malam Hari Raya, biasanya diisi dengan takbiran dan persiapan esok harinya, atau kegiatan lain yang menguras tenaga. Selain itu, tanpa aktivitas, perasaan senang karena berbeda dari hari biasanya membuat kita susah tidur cepat saat malam lebaran.
2. Bangun saat fajar untuk salat Id
3. Sepulang salat, menyantap makanan
4. Habis kenyang, muncullah ngantuk

Hal-hal di atas bisa kita antisipasi dengan mempersiapkan lebaran secara bertahap dari waktu ke waktu. Kadang kondisi tubuh yang lelah membuat kita ingin beristirahat barang sebentar atau yang disebut power nap. Power nap mungkin tidak begitu menghilangkan suasana lebaran. Kecuali kamu tidur seharian penuh. Semoga itu bukan tanda-tanda kamu terkena kelelahan di setiap waktu atau yang lebih dikenal TATT (Tired All The Time).

Seperti yang saya bilang sebelumnya, ada perasaan bersalah ketika tidur di saat saya harusnya menikmati kebersamaan bersama keluarga. Mungkin tahun depan saya harus membuat eid plan agar terhindar dari tidur. Di antara kegiatan yang bisa dilakukan, contohnya:

1. Tentu saja hal yang sudah lazim dilakukan, berkunjung ke rumah sanak famili atau teman. (Di masa pandemi ini, kamu bisa menggantinya dengan melakukan video call).
2. Jadi relawan dalam panitia kurban
3. Bikin konten berkaitan dengan lebaranmu
4. Menonton film
5. Tetap berolahraga

Hari Raya sudah semestinya disambut dengan kebahagiaan. Tidak perlu mewah, setidaknya bisa menambah kualitas kebersamaan yang tidak bisa dilakukan setiap hari. Tidur bisa saja bentuk menyia-nyiakan momen lebaran jika tidak ada sebab yang kuat. (*)

Back to top button