BacaanEkobis

Kebijakan Pertamina yang Bikin Cemburu: Kok, Cuma Ojol yang Dibantu?

Covid-19 yang tengah melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia, membuat tatanan perekonomian di semua sektor riil babak belur dibuatnya.  Peran pemerintah dalam mengembalikkan berbagai industri skala atas, menengah dan bawah harus dilakukan dengan adil. Ini penting dilakukan, agar kedepan tidak ada prasangka buruk.

Dinamika kecemburuan itu sebenarnya sudah dirasakan saat ini. Dimana puluhan usaha seperti tukang becak, pedagang kaki lima, toko oleh-oleh, rental PS, pengusaha rental motor, bengkel, pengusaha homestay, pencucian mobil dan motor, karyawan mall, ritell, warung, cafe, hotel, pengusaha rumah makan, pengusaha konveksi dan banyak lagi yang sama-sama menderita, justru belum terjamah. “Padahal semua elemen terdampak,” ujar Abdurasyid Rahman, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Samarinda, kepada Mahakama.co.

Lebih lanjut, pria yang akrab dengan panggilan Haji Rasyid itu mengibaratkan ini sebagai fenomena gunung es. “Sebuah fenomena yang menarik, terkadang kita enggak pernah mau mengkaitkan efek itu, hanya yang terlihat saja,” bebernya.

Seperti diketahui, pemerintah lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja mengeluarkan kebijakan bahwa ojol satu-satunya transportasi yang mendapatkan promo cashback sebesar 50 persen untuk pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dengan menggunakan aplikasi MyPertamina.

“Ini merupakan kebijakan yang sangat tidak adil. Terlihat pengambil kebijakan tidak tahu benar mana saja yang mestinya diberikan subsidi BBM untuk menjalankan usahanya di saat pandemi Covid-19. Kok cuma untuk ojol saja ya?,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono dalam keterangannya yang dikutip detikcom, Kamis (16/4).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak adil membuat kebijakan. Dianggap ada unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), karena pendiri ojol duduk sebagai menteri dan salah satu komisarisnya adalah kakak dari Menteri BUMN.

“Aneh-aneh nih pembuat kebijakan ekonomi pemerintah dalam membantu pelaku usaha kecil yang terkena dampak COVID-19. Kok malah yang dibantu tranportasi ojol saja sih,” katanya Arief lagi. (*)

Artikel Terkait

Back to top button