BacaanSport

Kesedihan Nabil Husein “Meninggalkan” Segiri dan Stadion Maguwoharjo yang Sudah Jadi Kandang Kedua Borneo FC

Liga 1 2020 akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang. Seluruh klub non Jawa diharuskan berkandang di Pulau Jawa. Atas dasar tersebut, Borneo FC Samarinda memastikan akan berkandang di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY.

Hal itu disampaikan Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin. Kepada Mahakama.co, Nabil mengatakan dipilihnya Stadion Maguwoharjo, karena kota tersebut sudah tak asing lagi bagi skuad Pesut Etam.

Dalam beberapa musim terakhir, daerah yang dikenal sebagai surganya buah salak pondoh ini menjadi tempat training center timnya. “Iya kita daftarkan Stadion Maguwoharjo. Kami sudah sering di sana. Suasananya nyaman. Sarana dan prasarana juga lengkap,” beber Nabil.

Borneo FC memang terlajur kadung menyukai DIY dan sekitarnya. Tercatat, pada 2015 silam, Borneo FC nyaris sebulan penuh bermarkas di Stadion Maguwoharjo, guna melakoni seluruh laga babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman. Sejak itu, hingga kini, Pesut Etam kerap memulai persiapan tim di DIY. Pada 2017 lalu, bahkan dua bulan sebelum kompetisi dimulai, tim warga Kaltim ini menghabiskan waktu di kota wisata itu.

Meski telah mendaftarkan Stadion Maguwoharjo Sleman sebagai homebase lanjutan Liga 1 2020, Borneo FC juga turut menyertakan Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai stadion alternatif khusus saat melawan PSS Sleman. Ya, Borneo FC akan menggunakan Stadion Sultan Agung di Bantul hanya untuk melawan PSS Sleman. Mengingat Stadion Maguwoharjo, sejatinya adalah kandang milik PSS Sleman.

Meski begitu, Nabil tak menampik, tak bisa bertanding di markasnya sendiri, Stadion Segiri Samarinda, adalah sebuah kesedihan. Namun, ia memaklumi hal tersebut dan meminta suporter setianya yang tergabung dalam Pusamania bersabar.

“Kita semua sebenarnya tidak ingin situasi ini. Tapi demi keamanan kita semua, demi kebaikkan kita semua, kita ikuti imbauan pihak terkait. Dan terus berdoa, agar pandemi ini segera bisa diatasi,” papar penyuka game konsol FIFA itu.

Sebelumnya, pada Jumat, 17 Juli 2020 pekan lalu, operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar rapat virtual bersama menejer 18 klub Liga 1 2020. Dalam rapat yang juga dihadiri perwakilan PSSI itu, mengeluarkan 8 butir kebijakkan terkait kompetisi. Seperti: Liga 1 2020 diputuskan akan kembali bergulir, dengan durasi 5 bulan. Terhitung mulai 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Setiap klub dari luar Pulau Jawa akan berkandang di Pulau Jawa.

Selain itu, seluruh klub Liga 1 harus diperkuat minimal dua pemain U-21. Dengan lima pergantian pemain untuk setiap tim dalam satu pertandingan. Dalam lanjutan Liga 1 2020 ini juga tetap mengikuti format kompetisi seperti awal musim Liga 1 2020. Namun disepakati, bahwa Liga 1 2020 tanpa degradasi. Selain itu juga disebutkan, setiap klub diwajibkan melakukan Tes PCR sebelum kompetisi dan rapid tes setiap 14 hari selama kompetisi dan untuk LIB melakukan rapid tes H-1 matchday.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga telah menyetujui protokol kesehatan yang disusun oleh tim dokter PSSI. Seperti dikutip dari jpnn.com, tim medis PSSI telah berusaha keras menyusun buku panduan penyelenggaraan kompetisi sepak bola di tengah pandemi. “(Buku panduan) telah disetujui Kemenkes. Setelah ini, kami akan mengadakan workshop untuk protokoler kesehatan,” kata dokter timnas, Syarif Alwi.

Di sisi lain, seperti dirilis situs resmi federasi, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta arahan sekaligus petunjuk. Bak gayung bersambut, Doni Monardo memberikan dukungan kepada PSSI.

“Hanya ada beberapa hal yang harus disepakati oleh PSSI serta seluruh komponen sepak bola, termasuk suporter. Dalam konsep kami, tentunya protokol kesehatan nomor satu. Yang kedua karena ini kompetisi pada masa Covid-19 tentunya kita mengikuti beberapa liga yang ada di dunia yaitu tanpa penonton. Pak Doni Monardo menyepakati atau memberikan izin kepada kami untuk itu, namun protokol kesehatan tentunya menjadi yang utama dalam hal ini,” urai Iwan Bule –sapaan akrabnya.

Jika tidak ada halangan, Liga 1 2020 sendiri akan digelar kembali pada 1 Oktober mendatang. Pentingnya seluruh pihak aware dengan protokol kesehatan diharap mampu membentengi seluruh pelaku sepak bola di dalamnya. Dan ke khawatiran banyak orang, bahwa akan ada klaster sepak bola pun bisa dipatahkan. (*)

Artikel Terkait

Back to top button