BacaanSport

Klaim Sukses dan Sesuai Target, Ini Pembelaan Fakhri Husaini Tinggalkan Borneo FC

Fakhri Husaini terdepak dari kursi pelatih Borneo FC Samarinda meski hanya menyisakan satu laga sisa sebelum berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Menyikapi itu, mantan pelatih timnas Indonesia U-14, U-16 dan U-19 itu membeberkan beberapa pembelaan. Melalui socmed pribadinya, ia mengklaim sukses selama menukangi Borneo FC. Masuk sebagai pelatih pengganti atau pelatih ketiga Borneo FC musim ini, setelah Mario Gomez dan Risto Vodakovic, Fakhri menyebut tambahan 19 poin yang didapat Borneo FC ditangannya membuat Borneo FC naik dua baris di papan klasemen.

Target 6 besar yang diberikan manajemen tim pun tercapai. “Pemain muda banyak mendapatkan kesempatan bermain, menegakkan peraturan disiplin, mengajarkan pemain asing arti respect terhadap tim pelatih dan pemain lokal,” ujar eks legenda hidup PKT Bontang itu.

Komentar Fakhri ini memang membuat kita berpikir. Ada apa sebenarnya di tubuh Borneo FC. Hingga Fakhri Husaini harus menjelmakan dirinya sebagai “Lambe Turah” usai didepak Pesut Etam. Sebab, respect seperti apa yang dimaksudnya pun tidak secara gamblang. Sebagai informasi Fakhri Husaini memang dikenal sebagai pelatih anti asing. Ia juga yang menolak wacana naturalisasi, hingga harus menutup kolom komentar instagramnya akibat di serbu netijen Indonesia.

Fakhri wajar mengklaim dirinya sukses selama menangani Borneo FC. Namun disisi lain, 3 dari 4 kekalahan yang di deritanya juga menjadi catatan. Sebab gol-gol lawan terjadi di menit akhir menjelang berakhirnya laga.

Hal itu juga selaras dengan data yang kami peroleh dari banyaknya tim statistik di Liga 1. Seluruhnya sepakat, selama Borneo FC ditanggani Fakhri, permainan tim mengendor di atas menit 60an.

Sebenarnya, ini bukan kasus baru di Borneo FC. Masih segar pikiran Borneo FC fans mendapati tim kebanggaannya di come back lawan. Namun di awal musim ini, penyakit lama itu terjadi ketika tim dipegang Fakhri. Dalam spesifik, ketika tim dipegang Mario Gomez dan Risto Vidakovic penyakit itu sebenarnya bisa diobati.

Meski demikian, Fakhri Husaini telah mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengangkat performa tim kebanggaan Samarinda. Sebagai orang yang mengenal betul sepak bola lokal di Kalimantan, wajar Fakhri mengklaim timnya sukses di tangannya.

“Terima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, staf media, kit man, suporter, manajemen, atas kerjasamanya yang hebat selama ini,” ujarnya lagi.

Fakhri pun meminta maaf apabila ada hal yang kurang berkenan. Ia menyakini perubahan dan ketegasan kadangkala diperlukan untuk menjadi lebih baik. “Sayangnya tidak semua setuju, terutama untuk kenyamanannya terganggu,” ujarnya lagi sambil menimbulkan tanda tanya pihak mana didalam Borneo FC yang tidak nyaman atas kepemimpinannya.

Sayang, hingga berita ini diturunkan, Fakhri Husaini masih menutup kolom komentar. Sehingga keterbukaan dan jalur komunikasi dirinya dengan suporter terputus. “Bukalah kolom komentarmu biar bisa saling tukar isi hati,” urai Lasihadu, mewakili Borneo FC Fans.

Artikel Terkait

Back to top button