BacaanSport

Klub Sepak Bola Beli Followers Lalu Pecat Pemain Lewat Polling

Sosial media tak bisa dilepaskan dari perjalanan klub sepak bola di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, berbagai klub pun berlomba menampilkan kreativitas mereka lewat berbagai platform. Diantaranya twitter.

Bahkan, klub sepak bola dari tanah Britania Raya, belum lama ini mengajak penggemarnya turut serta dalam mengambil kebijakkan mempertahankan atau memecat pemainnya lewat polling di situs yang didirikan pada 21 Maret 2006 itu.

Yups, Livingston, klub yang bermain di Scottish Premiership, menentukan nasib kipernya, Galey Maley melalui polling. Terobosan ini memang mengalami pro dan kontra. Beberapa suporter ada yang memprotes legalitas polling tersebut. Namun ada pula yang menilai ini kreatif. Polling itupun berakhir dengan total suara masuk mencapai 194.544, dimana 70 persennya memilih klub harus memperpanjang kontrak kiper berusia 37 tahun itu.

Adapun indikator sebuah akun twitter tersebut populer biasanya dilihat dari seberapa banyak pengikutnya. Di Asia, followers memang menjadi daya tarik bagi hampir semua orang ketika ingin mengikut sebuah akun.

Dari followers juga, bisa disimpulkan bahwa akan banyak konten menarik yang ditawarkan akun tersebut bagi pengikutnya. Baik itu secara personal maupun kelembagaan.

Begitu pula di sepak bola Indonesia, terutama di Kalimantan. Ada berbagai klub sepak bola profesional yang turut merambah platform twitter. Baik di Liga 1, maupun di Liga 2.

Di Indonesia sendiri, hegemoni twitter memang tak lagi populer seperti awal kemunculannya. Dari total 160 juta pengguna aktif sosial media tanah air, 56 persennya adalah pengguna twitter. “Pengguna Youtube menjadi platform yang paling sering digunakan pengguna media sosial di Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun. Persentase pengguna yang mengakses Youtube mencapai 88 persen. Media sosial yang paling sering diakses selanjutnya adalah WhatsApp sebesar 84 persen, Facebook sebesar 82 persen, dan Instagram 79% persen,” rilis Databoks dari KataData.

Meski demikian klub asal Samarinda, Borneo FC hingga kini tetap setia mengelola akun twitter mereka. Hingga saat ini twitter @PusamaniaBorneo telah memiliki total pengikut sebanyak 97.069 followers di twitter. Lalu ada Barito Putera Banjarmasin dengan twitter @PSBaritoPutera dengan 55.697 followers. Sedangkan dari Liga 2, Mitra Kukar @MitraKukar menjadi klub dengan pengikut terbanyak di Pulau Kalimantan dengan 296.377 followers. Sedangkan twitter @PersibaDaily milik Persiba Balikpapan, menjadi yang terkecil dengan 1004 followers. Adapun penyebab sedikitnya pengikut twitter klub berjuluk Beruang Madu itu, karena hampir setiap musim kompetisi, akun official mereka kerap berubah-ubah.

“Soal followers ini unik. Dan tidak bisa juga klub dengan basis besar penduduknya kerap disandingkan dengan klub kota kecil, lalu hal itu jadi tolak ukur, kurang tepat klo menurut saya. Cuman kalo kita, menganggap twitter adalah media agar kita bisa mengetahui keinginan suporter, jadi selain referensi yang up to date dalam segala hal termasuk circle kita, lewat twitter juga kita dituntut meningkatkan kreativitas baik secara visual dan tulisan yang ingin disampaikan,” urai Brillian Saniaya, Head Media Officer Borneo FC.

Yang menarik lagi, dari total pengikut akun-akun twitter klub tersebut, melalui berbagai aplikasi checker, bisa diketahui seberapa organik pengikutnya dan seberapa banyak pengikut palsu. Meski sebenarnya data ini tak bisa jadi patokan, mengingat dari bermacam aplikasi checker yang tersedia, hasil kueri yang dimunculkan bisa berbeda-beda.

Dalam hal ini, kami memakai aplikasi Fake Followers Audit. Dari sini diketahui bahwa Mitra Kukar menjadi klub yang paling banyak diikuti fake followers. Terdata ada sebanyak 251,624 followers yang dianggap fake, atau 84,9 persen dari total seluruh pengikut mereka adalah fake. Seterusnya, ada Barito Putera Banjarmasin dengan fake followers berjumlah 40.325 atau 72,4 persen dari jumlah total followers.

Sedangkan Borneo FC secara persentase, berada di bawah Mitra Kukar dan Barito Putera. Melalui aplikasi checker yang sama, diketahui 65,8 persen dari jumlah followers Pesut Etam dianggap fake followers.

Namun, Mitra Kukar tetap memiliki pengikut organik tertinggi jika di kalkulasikan secara menyeluruh. Total Mitra Kukar memiliki 44.753 followers real, diikuti Borneo FC (33.198 followers) dan Barito Putera (15.372 followers).

“Data ini memang tidak bisa jadi patokan pasti, sebab tiap aplikasi audit berbeda, yang di sana akun real-nya rendah, yang disini justru fake-nya yang rendah, ini mungkin disebabkan beberapa faktor. Ada juga akun enggak aktif lagi, disebut fake, cuman dari semua itu yang penting adalah interaksi fans dan klub tetap berjalan baik, itu tantangan sesungguhnya harusnya,” sahut Brillian.

Selain memakai aplikasi checker, mendeteksi followers fake juga bisa dilakukan sendiri. Caranya dilihat dari postingan dan komentar. Jika komentarnya ngawur atau omong kosong, bisa disimpulkan itu merupakan pengikut palsu. Adapun akun fake followers, bisa dengan mudah didapatkan, sebab fake followers diperjual belikan bebas dengan harga yang variatif. Jika kamu berminat, kamu hanya perlu mengetik “beli followers” di mesin pencari, dan situs-situs yang menawarkan jasa layanan itupun bermunculan. Selain itu juga tersedia di marketplace ternama.

“Jasa penambah yang direkomendasikan untuk selebgram dan online shop. Lebih dari 31.000 pesanan telah kami selesaikan. Proses Cepat dan Aman. Aman dan terpercaya,” tulis polower.com di mesin pencarian google. (*)

Artikel Terkait

Back to top button