Komunitas

Record Store Day Samarinda dari Tahun ke Tahun

Record Store Day secara global dirayakan, diperingati dan dilaksanakan sejak tahun 2007 setiap minggu ketiga bulan April. Event ini adalah bentuk gerakan sosial dari sebuah dampak perkembangan teknologi digital dalam dunia musik dimana rilisan fisik seperti CD, kaset dan piringan hitam perlahan mulai ditinggalkan.

Melalui Record Store Day keberlangsungan toko-toko penjual rilisan fisik mulai terbantukan, bahkan orang-orang mulai kembali membeli rilisan fisik untuk dikoleksi. Beberapa musisi pun ada yang sengaja merilis album baru dalam format rilisan fisik bertepatan dengan event Record Store Day ini.

Di beberapa kota besar di Indonesia, Record Store Day sudah menjadi agenda rutin tahunan. Seperti di Jakarta, agenda tahunan ini mulai digelar pada tahun 2012 dan menjadi Record Store Day pertama di Indonesia. Sementara itu di Samarinda pagelaran ini pertama kali dihelat pada tahun 2015 yang diselenggarakan di Double Dipps Coffee, Samarinda Square.

Mahakama.co
Flyer Record Store Day 2015. Instagram @recordstoredaysamarinda

Saat itu dari musisi, penjual rilisan fisik dan record label lokal asal Samarinda berkolaborasi untuk memeriahkan acara Record Store Day Samarinda 2015. Dan saat itu yang cukup memorable adalah diundangnya Rabu duo Folk asal Yogyakarta yang performancenya agak klenik karena sambil membakar kemenyan.

Mahakama.co
Talkshow bersama Rabu dan Indra Menus. Instagram @recordstoredaysamarinda

Walaupun tanpa tema, acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan menjadi event monumental bahwasanya Record Store Day berhasil terlaksanakan di Samarinda.

Setelahnya kami mencatat ada beberapa kali event lanjutan dari hari raya annual bagi penggemar rilisan fisik ini yakni pada tahun 2016 dan 2018. Pada Record Store Day 2016 pelaksanaannya lebih masif, karena menggunakan gedung Wadah Behimung Taman Budaya Samarinda.

Mahakama.co
Flyer Record Store Day 2016. Instagram @recordstoredaysamarinda

Bukan hanya mengumpulkan para penjual rilisan fisik dan band, namun diisi juga oleh diskusi terbuka terkait masa depan rilisan fisik, movie screening (dokumenter White Shoes and The Couples Company di Cikini) dan Art Challenge. Tak lupa kehadiran Daniel Deadsquad berkolaborasi dengan band asal Samarinda Crossfire menghentak panggung acara.

Mahakama.co
Talkshow bersama Akbar HK dan Daniel Mardhany (Deadsquad). Instagram @recordstoredaysamarinda

Tahun 2018, Record Store Day Samarinda dirayakan di You Space mengusung konsep “Lapak Musik dan Unjuk Musik” yang memberikan keleluasaan untuk berniaga bagi penjual rilisan fisik dan ekspresi unjuk music bagi para performance band dan solois. Diantara para penampil unjuk music tersebut juga mengundang Inis, solois asal Jakarta.

Mahakama.co
Flyer Record Store Day 2018. Instagram @recordstoredaysamarinda

Sempat skip di dua tahun belakangan ini yakni pada tahun 2019 dan 2020, kini Record Store Day Samarinda kembali digelar pada tahun 2021. Bertempat di DMB dan Ruang Antara Samarinda, walaupun dihelat ditengah pandemic, acara ini tetap akan digelar dengan format yang lebih sederhana. Para penjual rilisan fisik dan music performance pun tetap menjadi ciri khas tiap Record Store Day, namun kali ini turut berpartisipasi dalam rangkaian acara adalah Dejapod yang mana merupakan salah satu program podcast unggulan dari Mahakama.co.

Mahakama.co
Flyer Record Store Day 2021. Instagram @recordstoredaysamarinda

Dede dan Jali kali ini akan berperan sebagai pemandu alur diskusi yang bertema “Memaknai Kembali Penyelenggaraan Record Store Day Samarinda”. Event ini diselenggarakan selama 3 hari mulai dari tanggal 2 Juli 2021 hingga 4 Juli 2021. Silahkan cek di laman event Mahakama.co.

Bagi kalian yang mau hunting rilisan fisik dari band-band favorit kalian ataupun ingin sekadar menikmati penampilan music dari band lokal Samarinda, silahkan hadir namun tetap ingat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan.

Back to top button