BacaanSeni

Konser Tak Biasa di FT Unmul: Jojoanito Membius hingga Subuh

Kehadiran guest star adalah syarat penting dalam setiap event. Itu kalau kegiatan Anda ingin terlihat wah. Syarat untuk menjadi guest star pasti tidak sembarang. Minimal dari Jakarta. Kalaupun dari daerah, mungkin sudah punya nama besar. Kalaupun tidak punya nama besar, mungkin sudah pernah masuk perusahaan rekaman yang wah. Minimal satu dari tiga syarat itu bisa dipenuhi.

Tapi itu dulu. Lima tahun atau mungkin 10 tahun yang lewat. Kini syarat guest star tak sekaku itu. Karena memang syarat untuk menjadi terkenal tidak harus dari Jakarta. Juga tidak mesti dari perusahaan rekaman nasional. Tapi harus dikenal banyak orang, itu tidak bisa dibantah.

Nah, ada cerita menarik ketika mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dari Jurusan Teknik Industri Universitas Mulawarman (Unmul). Jurusan ini memiliki event berskala nasional yang digelar setiap tahun. Bertajuk Inovation Industrial Fair and Competition (Infation) 2019. Kegiatan itu digelar selama dua hari. Mulai Sabtu, 15 September 2019.

Gelaran panggung musik menjadi puncak kegiatan ini. Digelar pada Minggu malam, 16 September 2019. Panitia memilih Jojoanito sebagai bintang tamu. Berharap kehadirannya mampu menyedot animo penonton. Siapa Jojo? Sebagian kalangan mungin tak mengenalnya. Karena memang dia belum termasuk artis level nasional. Meski berasal dari Jakarta. Jojo terknal lewat kanal youtube. Tenar lewat tembang-tembang hasil aransemen ulang.

Mahakama.co

Laki-laki tampan ini mulai dikenal di Instagram ketika ia sering mengunggah video cover lagu, namun dikemas dengan komedi. Jika dilihat pada akun Instagram miliknya, Jojo jarang mengunggah foto. Namun isi Instagram miliknya lebih banyak mengenai postingan video cover-cover lagu. Buat kamu yang ingin mendengarkan lagu namun dikemas dengan lelucon, wajib banget follow cowok tampan ini.

Di Instagram pengikutnya sudah 500 ribuan lebih. Di kalangan ABG sosoknya begitu terkenal. Itulah yang menjadi dasar panitia Infation2019 menggandeng Jojo. Berharap ABG-ABG yang hadir kemudian juga mengenal Jurusan Teknik Industri di Unmul.

Kedatangan Jojo ke Samarinda justru diawali dengan banyak rintangan. Dijadwalkan mendarat dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMSS) Balikpapan, Minggu petang. Lalu mulai manggung di kampus Gunung Kelua –nama lain Unmul- pukul 22.00 Wita. Namun yang terjadi justru di luar dugaan.

Karena saat itu terjadi kabut asap. Sehingga banyak penerbangan terganggu. Pesawat yang ditumpangi Jojo mengalami keterlambatan. Baru mendarat pukul 23.30 Wita. Jojo pun baru tiba di Samarinda pukul 01.00 Wita dini hari. Konser pun baru dimulai 30 menit kemudian.
Alhasil, Jojo harus tampil di hadapan ribuan penggemarnya pada dini hari. Meski begitu, ribuan pasang mata yang menyaksikan aksi panggung pria kelahiran 1999 ini sama sekali tak meredup. Meski harus menunggu hampir 6 jam lamanya. Konser ini pun baru berakhir setelah Jojo manggung sekitar 60 menit.

Penonton puas. Panitia lega. Meski semua yang terlibat di acara itu harus merelakan tidur malamnya terlewatkan. Begadang demi Jojo. Sang panutan. Setidaknya bagi para generasi X yang menghadiri konser itu.  Lima lagu dibawakan Jojo. Namun yang paling membuat penonton berkesan saat dia menyanyikan lagu Fiersa Besari berjudul: Berharap Tak Berpisah; dan lagu berjudul: Pandangan Pertama milik RAN.

Penonton semakin semangat. Merapat di depan panggung. Menikmati setiap penampilan Jojo. Karena juga diselingi games berhadiah yang dipandu master ceremonial (MC). Daya tarik Jojo begitu kuat. Terbukti pihak keamanan harus mengamankan sang artis hingga di ruang ganti yang telah disediakan di belakang panggung. Suasana semakin romantsi ketika Jojo mengajak salah satu penonton wanita untuk duet bernyanyi.

Jojo membawakan lagi dengan santai. Mampu membaca suasana panggung. Dia memberika hadiah kepada salah seorang penonton. Kemudian sangat baik menyapa serta bersalaman dengan penonton ketika di atas panggung. Hingga konser selesai, fans Jojo tidak meninggalkan area. Mereka berbaris rapi. Menunggu Jojo keluar ruang ganti. Kemudian meminta untuk foto bersama.

Mahakama.co

Ketua Infation2019, Singgih Rahardjo menjadi orang yang paling lega atas selesainya konser Jojo. Maklum, sepanjang hari sebelum Jojo tampil dia diliputi kegugupan yang amat sangat. Bayang-bayang sang bintang tamu batal tampil sudah menghantuinya. Posisinya semakin sulit, karena untuk bisa menyaksikan konser itu, panitia memang menjual tiket. Harganya Rp 15 ribu. Dijual sebelum konser. Dan Rp 20 ribu saat konser akan digelar. Sekitar 800 tiket ludes. Di luar ekspektasi. Kebanyakan mereka adalah pelajar SMA/SMK atau mahasiswa angkatan baru.

Singgih dan rekannya memang sengaja memilih Jojo. Karena Jojo memang sangat terkenal di kalangan generasi Z. maklum, target panitia memang pelajar SMA/SMK. Memang sekalian untuk memperkenalkan Fakultas Teknik kepada mereka. Apalagi fakultas ini sudah terakreditasi B. Sehingga tidak kalah dengan kampus serupa di Pulau Jawa dalam hal prestasi.

Kata Singgih, menghadirkan Jojo memang memiliki fungsi lain. Dia ingin agar mahasiswa mampu melihat peluang serta target. Karena itu, panitia pun harus menyesuaikan zaman untuk mencapai tujuan. Dia juga ingin merubah cara berpikir mahasiswa yang cenderung selalu keras dan berat. Melekat dengan kegiatan demo.

“Kami ingin mereka paham dan melihat bahwa pergerakan tidak melulu soal bakar ban. Tapi lebih menyesuaikan dengan zaman. Supaya kita tidak tenggelam. Dengan adanya Infation2019 kami ingin terus menjaga eksistensi nama himpunan, fakultas, dan kampus kami untuk terus berjuang dan bersaing untuk lebih baik,” kata Singgih.

Sehari sebelumnya dalam rangkaian Infation2019 juga digelar seminar nasional. Bertajuk Creativpreneur Milinial dan Industri Kreatif Perekonomian Masa Depan Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Manager Community Bukalapak.com Mega Tri Agustina; Ketua Ikatan Alumni Teknik Industri (IKA-TI) Unmul Abdurrasyid Rahman; Kepala Badan Penilitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian RI Ngakan Timur Antara dan Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) Catur Hernanto. (*redaksi)

Artikel Terkait

Back to top button