BacaanE-SportGameSamarindaSport

Misi Terselubung Borneo FC Membentuk Divisi eSports

Industri eSports belakangan ini berkembang dengan sangat pesat dengan berbagai macam game. Khusus untuk game sepak bola saat ini sedang dalam trend yang sangat baik dimana beberapa klub profesional yang ada di Eropa, Asia dan Amerika mulai ambil bagian dalam industri eSports. Mereka mulai mengembangkan divisi eSports yang mana nantinya mampu untuk bersaing baik di level nasional maupun internasional dengan membawa nama klub kebanggan mereka masing-masing.

Hari ini 12 September 2020 untuk kali pertama digelarnya IFeL (Indonesian Football eLeague) yang mana peserta dari liga sepakbola virtual ini merupakan representasi dari klub yang berlaga di Liga 1 Indonesia.

Borneo FC sebagai klub profesional asal Samarinda tak luput dari keikutsertaannya dalam event ini. Dengan membentuk divisi eSports bernama Manyala eSports, Borneo FC turut meramaikan kancah olahraga digital yang sedang meningkat peminatnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Manyala eSports saat ini sudah bekerjasama dengan pemain eSports pro Adyatma Priady atau yang lebih dikenal dengan Adhie Q-Wag. Pemain pro eFootball ini adalah asli warga Kaltim yang berdomisili di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Adyatma merupakan pemain eSports Indonesia pertama yang turut serta dalam eLeague di Thailand. Pada tahun 2018 sempat membela Prachuap FC lalu dimusim 2019/2020 membela Bangkok Glass Pathum United. Sekarang Adyatma kembali ke bumi etam (Kaltim) untuk membela daerah asalnya.

Tidak sedikit yang berpikir bahwa pembentukan divisi eSports di kalangan klub-klub Liga 1 dianggap hanya latah saja dan demi dianggap keren. Saat kami konfirmasi mengenai hal ini kepada Reza Katamsi yang merupakan Head Division of Manyala eSports menuturkan bahwa ada maksud lain dibalik itu semua.

“Pembentukan divisi ini ditujukan untuk tetap keep up dengan model industri terbaru dibidang olah raga, kami melihat ada potensi industri yang besar dari eSports ini di masa yang akan datang. Jelas kami tak ingin kehilangan momentum ini. Selain itu juga dengan hadirnya Manyala eSports turut memberikan kontribusi terhadap daerah dalam pembibitan dan pembinaan calon atlit eSports di Kaltim”

Melihat dari kaca mata industri, eSports di Indonesia terlihat menjanjikan. Menurut data dari Pokkt, Decision Lab dan Mobile Marketing Association (MMA) yang melakukan studi terkait game di Indonesia menyebutkan bahwa ada sekitar 60 juta gamers di Indonesia dan akan meningkat hingga 100 juta gamers pada tahun 2020. Ini semua termasuk gamers mobile dan konsol.

Dari data tersebut dapat disimpulkan jika wajar saja apabila Borneo FC menyasar pasar baru di industri eSports tersebut karena potensi marketnya sangat besar sehingga patut untuk mendapatkan perhatian serius. Semoga momentum ini menjadi awal dari kejayaan eSports untuk Samarindans. (*)

Artikel Terkait

Back to top button