BacaanTekno

Monopoli Provider Internet di Daerah: Kami Harus Pasrah dengan RTO saat Online

Di era digital sekarang, tidak menggunakan internet adalah sebuah anomali dan kecanggungan. Dari yang bocah hingga orang dewasa sudah melek dengan Internet. Kebutuhannya mulai sekadar hiburan hingga untuk menunjang pekerjaan.

Dalam sebulan terakhir banyak keluhan mengenai layanan dari internet provider Indihome yang merupakan produk dari perusahaan milik negara PT. Telkom. Rata-rata mengalami penurunan kualitas kecepatan dari Internet. Bagi yang tinggal di Jakarta dan sekitaranya mungkin masih bisa memilih internet provider dari perusahaan lain, namun bagi kita-kita yang tinggal di daerah tidak ada opsi lain selain memakai Indihome. Alasan gangguan tersebut dijawab secara diplomatis. Work From Home (WFH) selama pandemi Covid-19 ini menjadi menjadi penyebab. Banyak yang mengakses Internet secara bersamaan. Akses data bagi pengguna Indihome pun menjadi lemot.

Selama ini PT. Telkom sudah pernah meluncurkan tiga varian internet provider dalam kurun waktu 20 tahun terakhir dan kami sudah pernah merasakan ketiganya. Yang pertama, mungkin sebagian dari kalian masih ingat dengan Telkomnet Instan. Akses internet tanpa berlangganan, namun beban tagihan akan masuk ke pembayaran pada tagihan akhir bulan. Yang teringat dari Telkomnet Instan adalah jingle iklannya yang menyebutkan angka 0809-8-9999 sebagai akses dial up sebelum berselancar internet dan tentu saja suara modem yang berisik seperti suara robot.

Lalu setelah Telkomnet Instan disusul oleh suksesornya Telkom Speedy. Nah di era Speedy mulai bermunculan warnet-warnet dibarengi dengan masuknya tren bersosial media yang saat itu sedang populer Friendster, MySpace dan Facebook. Di akhir masa kejayannya kecepatan akses Speedy berasa seperti menggunakan Telkomnet Instan. Bersamaan dengan banyaknya yang mengeluh soal Telkom Speedy ke Plasa Telkom, di saat itu juga muncul produk baru bernama Indihome.

Menawarkan dengan 3 layanan sekaligus, TV digital, telepon dan internet yang menggunakan kabel fiber optic membuat para pelanggan Telkom Speedy beramai-ramai migrasi ke Indihome walaupun rela kehilangan telepon kabel beserta nomornya yang sudah digunakan berpuluh tahun. Pada awalnya terasa nikmat, bisa merasakan kecepatan internet 10mbps bahkan kalau ingin lebih pun bisa namun harga berlangganan pasti akan lebih mahal.

Belakangan ini kenikmatan tersebut beralih menjadi penderitaan, serasa de javu akan kenangan Telkom Speedy. Di saat sedang gencarnya Work From Home yang mana akses internet menjadi sangat vital penggunaannya di situ pula hambatan ini menghadang. Semoga infrastruktur untuk akses internet kita kedepannya akan lebih baik, sehingga kita bisa melupakan pernah merasakan RTO saat main game dan meeting online. (*)

Back to top button