BacaanSamarindaSeni

Novi Umar, Musisi Samarinda yang Menembus Dominasi Nasional: Keliling Banyak Kota bareng Slank, Seperti Mimpi saat Terima Royalti

Musisi asal Kota Samarinda M Novi Umar, dalam beberapa hari terakhir jadi perbincangan hangat jagat maya. Infotainment di stasiun televisi nasional turut memberitakan. Ini terjadi setelah Rahmawati Kekeyi Putri Cantika atau akrab dikenal dengan Kekeyi, merilis lagu berjudul: Keke Bukan Boneka.

Lagu yang sempat menempati trending nomor 1 di YouTube itu rupanya disinyalir menjiplak karya dari Novi Umar yang dia ciptakan 13 tahun silam. Seperti diketahui, Novi Umar menciptakan lagu Aku Bukan Boneka diperuntukkan khusus untuk Rini Wulandari. “Lagu itu memang khusus saya ciptakan untuk sahabat saya Rini Wulandari,” papar mantan vokalis Ten Band itu.

Perihal kasus dugaan plagiarisme ini pun sepenuhnya sudah ditangani pihak publiser tempatnya bernaung: Sony Music Indonesia. Dirinya berharap, dengan adanya kejadian ini, bisa menjadi edukasi banyak orang bagaimana pentingnya menghargai sebuah karya.

Sejumlah karya memang sudah dikeluarkan Novi Umar. Dia tidak hanya menciptakan lagu untuk Rini Wulandari. Sederet artis lain juga pernah membawakan lagu ciptaannya. Sebut saja, Cinta Laura (You Say Aq, Shoot Me), Indra Bekti (Miss Chating), Ecca Mamamia (Malu Malu Tapi Mau) dan Astrid (Jadikan Aku Yang Kedua).

“Untuk lagu Astrid berjudul Jadikan Aku yang Kedua, itu lagu yang paling sangat berkesan. Karena itu juga saya bisa dikontrak lebel sebesar Sony Music Indonesia,” kenang Novi Umar.

Dikisahkan Novi, sebelum gabung dengan Sony Music, dirinya pernah merasakan tour keliling sebagian wilayah Indonesia bersama Slank. Saat itu dia masih sebagai vokalis di Ten Band. Ten Band kebetulan merupakan band yang lahir di circle Slank. Jadi sebelum Slank tampil, biasanya ada band pendamping yang jadi pembuka konser. Ten Band salah satu yang didaulat.

Mentalnya sebagai vokalis ditempa saat itu. Bagaimana tidak, slankers yang dikenal militan benar-benar menguji adrenalinnya. “Jujur saya sempat keder, kami tampil sebagai band pembuka, sebelum main ada kendala waktu sound check. Pennonton saat itu nggak sabar pengen mau Slank segera tampil kan, jadi sempat tegang,” urai Novi.

“Saya sempat ke belakang panggung saat itu, saya panik nggak mau lanjut main. Tapi saya disamperin sama Ivanka (Basis Slank). Dia bilang, eh lu kalau gini mending pulang ke Samarinda, apa-apaan lu. Sekarang lu balik main, kalau lu bisa atasi itu orang (penonton konser), lu bakal bisa main dimana aja. Alhamdulillah setelah kejadian itu saya enjoy banget kalau manggung dimana aja,” terang Novi.

Perjalanan Novi bersama Ten tergolong singkat. Setelah tidak lagi bersama Ten, Novi sempat balik ke Samarinda. Selama dua tahun di Samarinda, Novi iseng ikut ajang Cipta Lagu Populer (Cilapop) pada 2006 silam. Dari sini karirnya sebagai pencipta lagu mulai menemui titik terang. Di ajang tersebut dia keluar sebagai pemenang. Lagu ciptaannya yang dibawakan Astrid Sartiasari “Jadikan Aku yang Kedua” meledak. Bahkan bertahan lama di belantika musik nasional.

Sampai-sampai Jan Djuhana, produser musik kondang Indonesia, berucap tak ingin melakukan kesalahan dua kalinya kepada Novi Umar. Jan Djuhana sempat memprediksi kalau lagu Jadikan Aku yang Kedua hanya bisa bertahan sebentar.

“Iya dulu pertama kali dikontrak, saya bilang ke Pak Jan: kenapa saya dikontrak. Pak Jan bilang, dia enggak mau salah dua kali. Karena dia dulu prediksi lagu saya yang genre-nya riang begitu. Paling cuma 2-3 bulan saja bertahan. Eh, enggak taunya di luar prediksi,” papar alumni SMK Negeri 1 Samarinda.

Masih banyak lagi beberapa karya yang pernah dihasilkan Novi Umar. Di antaranya: Tetap Perawan (Astrid), Asik Aja (Astrid), Cinta atau Karma (Cinta Laura), Ratu Pesta (Pinkan Mambo) dan Ajari Aku (Aris Idol). Lewat lagu-lagu itu pula Novi merasakan jerih payahnya di musik begitu dihargai. “Dengan karya inilah secara pribadi saya bisa menyebut diri saya seniman. Karena lewat karya ini saya merasa sahih sebagai musisi,” timpalnya. Selain sebagai pencipta lagu dan pernah nge-vokalis bareng Ten, Novi Juga pernah jadi personel Merci Band sebagai gitaris.

Sukses di musik, secara otomatis pundi-pundi rupiah turut bertambah. Diceritakan Novi, dirinya mengaku sempat terkejut saat menerima pembayaran royalti. “Waktu dapat kiriman royalti itu, saya sampai cubit tangan sendiri, lalu kartu ATM saya keluarkan dan masukan lagi berulang-ulang. Eh ternyata nilainya sama. Ini serius apa cuma mimpi kata saya. Saya juga sampai panggil istri untuk ikut lihat. Terus istri bilang: coba hubungi mba Keke (bagian finance di Sony Music Indonesia). Siapa tahu ini bukan punya kita, kan ribet balikinnya. Maklum tahun segitu belum kenal m-banking. Nominalnya juga gede,” kata Novi.

Saat ini Novi Umar tak sepenuhnya fokus di musik. Dirinya kini lebih banyak menghabiskan waktu terjun di dunia kuliner dengan mengelola pujasera di kota kelahirannya: Samarinda. Namanya d’Warna Coffee & Eatery di kawasan Juanda, Samarinda Ulu. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Chief Marketing Borneo FC Samarinda, klub sepak bola di Liga 1 Indonesia.

Novi Umar sudah membuktikan kalau anak-anak Samarinda memiliki talenta-talenta luar biasa yang bisa menembus dominasi nasional di Jakarta. Lantas apa rahasia sukses Novi Umar? “Hanya satu kata: ambisi yang kuat,” katanya. “Hanya dengan tekad yang kuat, cita-cita bisa dikejar,” sambungnya.

“Dulu ya awal-awal saya ke Jakarta, saya malah dikira orang Jakarta. Enggak ada yang tahu kalau saya orang Samarinda. Tapi saya tetap bertekad saat itu kalau saya bisa sukses di musik. Alhamdulillah bisa tercapai,” tutup ayah dua anak itu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button