BacaanSamarinda

Oooh, Harga Sewa Stadion Palaran Sekali Pakai Hanya Rp 2,5 Juta Aja Toh

Stadion Utama Kaltim atau yang dikenal dengan Stadion Palaran, karena beda di daerah Kecamatan Palaran Kota Samarinda itu kini kondisinya jauh dari kesan mewah. Berbanding jauh saat pertama kali dibangun pada 2008, Stadion Palaran tampak gagah dengan kemegahannya.

Bahkan kini Stadion Palaran disewakan secara bebas. Dari informasi yang didapat, sekali pakai lapangan stadion dengan khalayak umum hanya perlu membayar Rp2,5 juta. Jauh lebih murah jika berdasarkan perda yang berlaku.

Kabar itu pun sampai ketelingga ketua Asprov PSSI Kaltim. Yunus Nusi. Ia menilai tidak adanya perhatian yang serius menjadi sebabnya. Seharusnya perhatian pemerintah sangat diharapkan agar aset yang menjadi miliknya terawat baik. Yunus juga mencurigai bahwa aliran anggaran perawatan per tahun sebesar Rp1,3 miliar, tidak mengalir dengan baik. Hingga akhirnya disewakan kepada umum dengan nominal tertentu.

Rumput dikatakan Yunus ibaratkan manusia, jika dipakai setiap hari susah bernafas, sehingga rumput tidak tumbuh secara maksimal. “Itu stadion (Palaran sama Sempaja) setiap hari tidak pernah istirahat. Hujan juga tetap dipakai. Itu ya karena disewakan, tapi ndak ada hasilnya. Oke disewakan, tapi harus diperbaiki juga dong,” beber Yunus dengan nada tinggi.

Kekesalan mantan ketua KNPI Kaltim ini menyeruak, pasalnya saat ini tim sepak bola Kaltim yang dipersiapkan untuk PON XX/2020 di Papua mendatang kesusahan mendapat sarana untuk berlatih. Rusaknya kondisi lapangan Stadion Palaran dan Stadion Sempaja jadi sebabnya.

“Kami kebingungan, Stadion Palaran nggak bisa, di Stadion Segiri nggak bisa karena dirawat mau dipakai kompetisi Liga 1. Mau nggak mau dipaksa berlatih di Stadion Sempaja, bahkan harus berlatih di lapangan kecil di daerah jalan Juanda (Lapangan Tridaya),” pungkas kader Pemuda Pancasila itu.

Artikel Terkait

Back to top button