BacaanSocio Cultural

Pelajaran untuk Youtuber Samarinda: Kreativitas Tanpa Etika Bakal Berujung Penjara

Sudah menjadi rahasia umum kalau YouTube menjadi mata pencaharian sebagian orang. Jangan heran kalau jutaan orang berlomba menampilkan kreativitas di situs yang memikiki slogan Broadcast Yourself itu. Walhasil, banyak orang kaya baru yang lahir dari keseriusannya mendalami kehidupan di situs yang didirikan tiga pemuda Amerika bernama Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim ini.

Demi bersaing menampilkan kreativitas, banyak para Youtuber yang salah kaprah memaknainya. Konten yang diproduksi justru menimbulkan gejolak. Alih-alih ingin mendapat viewers banyak dari kontennya, si konten kreator —sebutan bagi pembuat video di YouTube— justru mendapat hinaan dari khalayak.

Nah, ini ada kasus yang seharusnya bisa jadi pelajaran bagi para Youtuber lainnya. Dua Youtuber jadi sasaran bully warga net se-Indonesia. Pertama adalah Ferdian Paleka dengan konten video yang seolah memberikan paket sembako dalam kardus, namun isinya tumpukan sampah. Paket itu diberikan kepada waria yang sedang mangkal di Jalan Raya di Bandung, Jawa Barat. Aksinya memang membuat viral di media sosial. Tapi justru celaan yang banyak dia dapat

Aksi tak terpuji itu dianggap tak senonoh. Apalagi dilakkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Alhasil, selain disumpah serapah netizen, dia dan beberapa kawannya dalam video itu juga jadi buronan orang. Rumah kediaman Ferdian Paleka juga sampai didatangin oleh beberapa orang. Termasuk oleh pihak kepolisian.

“Pertama dari viralnya itu kita cek TKP. Apakah masuk wilayah Bandung kota atau kabupaten. Ternyata masuk wilayah kota. Di daerah Kircon. Tim kami dari Satreskrim Polretabes dan Polsek Kircon melakukan penyelidikan. Sempat juga kita sentuh di rumahnya, tapi yang bersangkutan tak ada di situ. Kami berupaya paksa jika tak kooperatif. Kami sarankan kooperatif sama kita menyerahkan diri,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, seperti dikutip dari situ Pojoksatu.

Adapun delik aduan untuk menjebloskan yang bersangkutan ke jeruji besi karena dianggap telah melanggar Pasal 45 Ayat 3 UU ITE. Dan sejauh ini, meski belum menangkap aktor utama pelaku dalam video tersebut, namun polisi sudah mengamankan seorang pelaku lainnya berinisial TF. Pemuda berisinal TF ini menyerahkan diri ke Polrestabes Bandung diantar bersama keluarganya.

Lain di Bandung, lain lagi kelakuan Youtuber di Riau. Beberapa pemuda-pemudi usia belia berbusana SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Rokan Hulu, tampak vulgar merayakan kelulusan jalur Corona. Bahkan nyaris tak melambangkan budi pekerti seorang pelajar. Aksinya itu direkam dengan sengaja di sosial media pribadi mereka.

Beberapa bagian video yang mereka share turut diarahkan menuju kanal Youtube-nya.
Aksi memalukan ini pun dianggap serius oleh Mantan Bupati Rokan Hulu, H Achmad. Pria yang kini menjabat sebagai anggota parlemen DPR RI itu meminta kepala sekolah tempat para siswa itu bersekolah agar dicopot. 

“Ini mencoreng nama baik orang melayu, yang selama ini dikenal dengan nilai keislamannya. Kita sangat prihatin, apalagi kita tengah menghadapi kondisi Covid-19 ini. Kepada pemerintah provinsi, copot segara kepala sekolahnya dan tahan ijazah anak-anak. Supaya kejadian yang sama tidak terulang di masa yang akan datang,” ujarnya melalui siaran pers.

Foto viral tak senonoh pelajar SMAN 1 Kunto Darussalam merayakan kelulusan di tengah wabah virus corona ini juga telah diketahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Saat ini melalui akun Twitter resmi Itjen Kemendikbud, diketahui bahwa perihal aksi tak senonoh itu, tengah didalami dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Nah kalo, auto dianulir kelulusan bubuhanmu itu. Kapok…!!! Pesan mendalam teruntuk teman-teman Youtube di Samarinda yang juga mulai berkembang, silakan berlomba dengan kreativitas, namun jangan lupakan adab-adab kehidupan.

Artikel Terkait

Back to top button