Bacaan

Pengacau di Laga Final Piala Dunia 2018 Kembali Ditahan

Masih ingat laga final Piala Dunia di Rusia yang mempertemukan Prancis vs Kroasia pada tahun 2018 lalu? Ada momen unik ketika beberapa “Pitch Invaders” berpakaian ala polisi yang mengacau jalannya pertandingan. Walhasil laga tersebut terpaksa dihentikan untuk beberapa saat.

Mereka berdalih aksi tersebut dilakukan untuk memprotes kekerasan yang dilancarkan pihak berwajib kepada para demonstran yang terus menentang kebijakan pemerintah Rusia.

Mahakama.co
Aksi Pussy Riot pada final Piala Dunia 2018

Biang keladinya tidak lain dan tidak bukan adalah Pussy Riot, band feminist-punk yang kerap melawan pemerintah pimpinan Vladimir Putin tersebut. Alih-alih jera dengan tindakan yang telah mereka lakukan beberapa tahun lalu, kini salah satu personel mereka, Pyotr Verzilov, harus kembali berurusan dengan pihak berwenang negeri Beruang Merah tersebut.

Kali ini Pyotr didakwa sebagai dalang dari kerusuhan yang terjadi di Rusia. Dilansir dari The Guardian, ia ditahan setelah kepolisian anti huru-hara menggerebek apartemennya pada Minggu, 22 Juni lalu.

“Banyak pertanyaan mengenai Alexei Navalny dan tentang perjalanan saya ke luar negeri,” ujarnya. Seperti diketahui, Alexei Navalny merupakan salah satu petinggi kumpulan oposisi di Rusia.

Setelah melalui proses interogasi selama 13 jam, ia pun akhirnya dibebaskan. Meski tak berselang lama ia kembali dijebloskan ke tahanan. Kali ini untuk dakwaan aksi hooliganisme, walaupun beberapa rekannya membantah tuduhan tersebut, mereka berasumsi bahwa Pyotr ditahan karena rencananya untuk membuat aksi protes di masa depan yang diunggahnya di media sosial. Belakangan ia bersikeras bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. (*)

Back to top button