BacaanSport

Pernah Bobol Gawang Juventus yang Dikawal Buffon: Gelandang Borneo FC Kantongi Lisensi Pelatih B UEFA

Sepak bola memiliki banyak tempat bagi pihak yang ingin menekuninya secara serius. Usai gantung sepatu, sang pemain masih bisa melanjutkan keahliannya sebagai pelatih. Namun untuk merubah status sebagai pemain menjadi pelatih tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai syarat yang harus dilalui. Di antaranya harus mempunyai jenjang strata lisensi kepelatihan yang bisa didapatkan melalui kursus-kursus. Tentu saja kursus kepelatihan yang dibuat dan diakui federasi sepak bola dunia: FIFA.

Srdjan Lopicic, pria berkebangsaan Montenegro ini contohnya. Srdjan Lopicic adalah pesepakbola tesohor di Indonesia dalam 1 dekade terakhir. Namanya dikenal di berbagai kota di Tanah Air seperti Malang, Lamongan, Bandung dan Samarinda. Lopicic pernah membela klub-klub sepak bola di kota-kota tersebut. Bahkan di Samarinda, ia pernah memperkuat dua klub berbeda sekaligus: Persisam Putra Samarinda dan Borneo FC Samarinda.

Karir Lopicic dalam beberapa tahun terakhir sebagai pesepakbola mulai usang usai. Dia pun memutuskan gantung sepatu. Pria yang pernah membobol gawang Juventus yang dikawal Gianluigi Buffon dalam laga uji coba itu pun kini ternyata beralih menekuni karir kepelatihan. Siapa duga, Srdjan Lopicic telah mengatongi lisensi sepak bola bergengsi di benua biru. Ya, suami dari Ivana Lopicic itu telah memiliki lisensi B UEFA.

“Iya saya sudah dapat lisensi B UEFA. Saya baru saja lulus B setelah sebelumnya saya juga sudah punya ambil C,” urai Srdjan Lopicic. Disebutkan Lopicic, saat kembali ke negara asalnya dia memang konsen untuk memperdalam ilmu kepelatihan. Ia lantas memegang tim usia dini di klub RK Budva, berbekal lisensi C yang ia miliki berbagai racikan dijelentehkannya. Menurutnya, pengalaman menjadi seorang pelatih usia dini itulah yang membuatnya memberanikan diri mengambil jenjang kepelatihan lebih tinggi.

“Banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dalam menjalani proses kepelatihan ini. Inilah sebab saya begitu menyukai sepak bola,” terangnya.
Lopicic ketika disinggung jika sewaktu-waktu dia ditawarkan untuk melatih klub di Indonesia, dirinya tentu akan mempertimbangkannya. Sebab baginya, Indonesia sudah merupakan negara kedua baginya setelah hampir 10 tahun terakhir bolak-balik.

“Dengan lisensi B UEFA yang saya punya sekarang, itu bisa jadi modal. Kalau ditanya, tentu saya mau. Tapi untuk ke arah sana juga harus ada pembicaraan lebih lanjut lagi. Saya pasti selalu tertarik ke Indonesia lagi,” pungkasnya.

Lopicic akan selalu dikenang sebagai pemain Borneo FC yang pernah membobol gawang Juventus yang dikawal salah satu kiper terbaik di dunia: Buffon. Saat itu, pada 6 Agustus 2014 tersaji laga persahabatan ISL All Star yang menjamu Juventus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. ISL All Star dihajar 1-8 oleh klub Seri A Italia tersebut. Namun Lopicic menjadi satu-satunya pemain dalam pertandingan tersebut yang mampu mengoyak gawang Juventus.

Pemain asal Montenegro itu menjebol gawang La Vecchia Signora di menit ke-2. Gol ini pun sempat membuat panik Andrea Pirlo dkk. Rasa bangga pun membuncah di dalam benak dan hati Lopicic. Pemilik yang juga pernah bermain di Persela ini mengaku bangga karena bisa menjebol gawang Buffon.

“Ada rasa bangga karena bisa cetak gol ke gawang Buffon. Semua orang tahu siapa Buffon. Dia adalah kiper yang kenyang pengalaman di kompetisi Eropa dan Piala Dunia,” kata Lopicic kepada Surya (Tribunnews.com Network) dua hari setelah pertandingan itu.

Buffon adalah kiper Italia saat negara itu menjuarai Piala Dunia 2006 silam. Mantan kiper Parma ini pun banyak disegani striker-striker kelas dunia. Di usianya yang tak lagi muda, Buffon masih terlihat garang berdiri di bawah mistar Juventus. Pun hingga kini.

Bagi Lopicic, membobol gawang Buffon, selain menghadirkan rasa bangga, ternyata juga menyisakan kesedihan. Lopicic mengaku, dirinya adalah fans Juventus. Dan sebagai pendukung setia Juventus, Lopicic mengaku sedih ketika membuat gol ke gawang tim pujaannya.

“Sedih juga ada, karena dari dulu saya menyukai Juventus. Gol itu terjadi begitu saja dan cepat. Sebelumnya tidak ada ambisi untuk bisa mencetak gol, saya hanya ingin bermain sebaik-baiknya. Gol itu berkat kerja sama tim,” papar Lopicic yang juga pernah memperkuat Persebaya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button