BacaanSamarinda

Samarinda dan Guiding Block: Ironi Ibukota Provinsi

Guiding block atau yang biasa disebut ubin pemandu sangat penting perannya bagi aktivitas difabel terutama tuna netra. Di Indonesia, Guiding block bukanlah menjadi satu hal yang asing bagi kita yang pernah berkunjung ke kota-kota besar. Bahkan di luar negeri, hal itu sangat mudah dijumpai.

Guiding block merupakan  fasilitas penunjang yang biasa dipasang di trotoar ataupun tempat umum sebagai alat bantu arah jalan bagi penyandang tuna netra. Namun di Samarinda, guiding block ini masih jarang sekali bisa ditemukan di tempat-tempat umum maupun di trotoar pinggir jalan. Jangankan guiding block, trotoar yang layak pun masih bisa dihitung dengan jari jumlahnya.

Kondisi pedistrian di Jalan Letjen Suprapto dengan guiding block berbahan semen.

Namun itu dulu, seiring waktu pembangunan mulai digalakkan. Trotoar di ibukota Kaltim ini perlahan mulai mempercantik jalur pedistrian. Ironiknya, ditengah perasaan bahagia terbesit perasaan hati yang bergejolak ketika melintasi jalan Letjend Suprapto (eks Jalan Pembangunan). Pembuatan guiding block ini tidak sesuai spesifiknya. Rasa penasaran dan tanda tanya tentang standar pemasangan guiding block ini lalu berkecamuk di kepala.

“Kita tidak tahu apakah fasilitas guiding block ini termasuk prioritas dalam rencana pembangunan Kota Samarinda atau lebih prioritas pemasangan keramik di separator jalan,” ungkap Febrianto Arsyad, pengamat tata kota di Samarinda.

Ia melihat proses pengerjaan guiding block itu tidak dilakukan dengan cara instalasi sebagaimana yang umum. Pemasangan guiding block dijalur pedistrian kawasan ini memakai cetakan kayu lalu di semen dan di cat warna kuning yang polanya dibuat serupa dengan guiding block pada umumnya. Itupun bentuknya banyak yang tak proposional. 

Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, tidak dirinci soal standar bahan baku dan peraturan teknis soal instalasi ini. Permen ini hanya mengatur tentang tekstur ubin, daerah yang harus dipasang guiding block, serta memperhatikan dengan ubin sekitar agar tidak terjadi kerancuan karena tekstur yang serupa dan perihal warna ubin. 

Mahakama.co

Guiding block sendiri memiliki dua jenis, dimana masing-masing jenis memiliki arti bagi penggunanya. Guiding blok yang terdiri dari garis-garis lurus adalah tanda bagi penggunanya untuk terus berjalan. Sedangkan guiding block yang terdiri dari bulatan-bulatan kecil sebagai tanda berhenti.

“Sangat disayangkan sekali apabila pelaksanaan terkait pembangunan guiding block ini kedepannya akan melakukan metode yang sama seperti yang terjadi di jalan Letjend Suprapto tersebut, karena dari segi estetika seperti kurang menarik dipandang. Belum lagi jika sudah beberapa tahun kedepan, terkena berbagai kondisi cuaca diprediksi berpotensi merusak fasilitas ini lebih cepat, terang Arsyad lagi. “Alangkah baiknya jika guiding block ini diinstalasi menggunakan bahan besi seperti yang kami lihat di pedestrian dan stasiun-stasiun kereta di Singapore,” pungkasnya. (*/redaksi)

Artikel Terkait

Back to top button