Samarinda

Andi Harun Puji Medsos Samarinda yang Keren, tapi Ingatkan Ingatkan UU ITE

Peranapan Undang-undang tentang Informasi Transaksi Elektronik atau UU ITE memang menjadi ancaman demokrasi. Namun di sisi lain, UU ITE justru melindungi masyarakat dari aktivitas penggunaan media sosial yang merugikan.

Sadar akan hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun berharap iklim media sosial di Kota Tepian cenderung produktif dan tidak bernuansa negatif. Karena itu, Andi Harun didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  Aji Syarif Hidayatullah menggelar diskusi bersama pengelola admin media sosial, Kamis 8 Juli  2021 lalu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan apresiasinya kepada para penggiat media sosial yang telah aktif menyebarkan informasi melalui media sosial.

“Medsos di Samarinda terbilang keren. Tapi, jika ada yang menyinggung, saya senyumin aja. Tapi biasanya itu dari akun fake,” ujar Wali Kota.

Yang menjadi fokus bahasan mengenai aturan bermedia sosial yang telah tercantum pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

AH, sapaan wali kota, menjelaskan beberapa pasal yang perlu diperhatikan para penggiat medsos yakni, pasal penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang menimbulkan permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Ada beberapa pasal yang biasanya menjerat penggiat media sosial. Misalnya, terkait penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang menimbulkan permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” jelasnya.

Orang nomor wahid di Kota Tepian itu mengajak seluruh pihak untuk bekerjasama dalam menangani informasi yang beredar di media sosial dengan bijak.

“Deviasinya besar. Pro kontra pasti ada. Tapi kita bisa optimis bahwa kita akan lebih dewasa menghadapi media sosial,” pungkasnya. (advertorial)

Artikel Terkait

Back to top button