Samarinda

Andi Harun Tes Perdana GeNose C19 di APT Pranoto

Lebih Murah, Tapi Sebelumnya Jangan Ngopi dan Ngerokok

Mahakama.co

Andi Harun menjadi penumpang kedatangan pertama yang dicek dengan alat GeNose C19 di Bandara APT Pranoto, Sungai Siring, Minggu (28/3). Andi Harun tiba di bandara usai menjalani lawatan keluar kota perdana pasca dilantik sebagai wali kota Samarinda untuk menghadiri agenda rapat kerja Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) di Pontianak, Kalbar, pekan lalu.

Usai tiba di bandara, Andi Harun langsung menuju Klinik Media Farma, di Ruang Klinik Bandara APT Pranoto. Andi Harun beserta rombongan melakukan pengecekan dan penggunaan alat GeNose C9.

Beberapa pejabat yang ikut dalam cek perdana itu adalah Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda Dr Sugeng Charuddin, Asisten III Dr Ali Fitri Noor, Kepala Dinas PUPR Hero Mardanus, Kepala Dinas Perdagangan Marnabas, dan Rektor Universitas Mulawarman Dr H Masjaya.

Andi Harun yang baru sebulan menjadi wali kota Samarinda mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih. Alasannya, Samarinda menjadi satu dari sedikit kota yang sudah boleh menggunakan alat tes buatan ilmuan Unviersitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

“Kami dari segenap pemerintah kota sangat bersyukur dan berterima kasih karena Samarinda termasuk yang siap melaksanakan tes GeNose C19 di bandara,” ungkapnya.

Secara umum, penerapan tes GeNose di APT Pranoto Samarinda berlaku mulai 1 April. Di tahap pertama ini, selain Samarinda, kota lainnya yang juga menggunakan alat tersebut adalah Palembang, Bandung dan Surabaya.

Andi Harun pantas bersyukur dengan metode alat pengecekan Covid-19 ini. Pasalnya, sekali tes harganya relatif lebih murah. Hanya Rp 70 ribu per penumpang. Padahal dibandingkan alat tes lainnya, Rapid Test Antigen misalnya, bisa mencapai Rp 190 ribu per penumpang. Selain itu yang paling penting, metode pengecekannya juga lebih praktis.

“Pastinya selain lebih cepat, harganya juga yang sangat murah ” kata Andi Harun. Tapi, tes GeNose ini akan digratiskan untuk seluruh masyarakat Samarinda. Syaratnya kalau untuk kepentingan tracing atau program pemerintah. Namun jika itu untuk kepentingan pribadi seperti keberangkatan, akan dikenakan tarif.

Di luar segala kebaikannya, Direktur Klinik Media Farma Bandara APT Pranoto, dr Ani Widiastuti mengakui metode tes ini tidak akurat 100 persen. Meski begitu tetap dianggap lebih baik dari rapid test.

“Mengunakan sistem pernapasan ini tidak akurat 100 persen, sama dengan rapid test ataupun test antigen,” terang Ani. “30 menit sebelum melakukan tes GeNose C19 diharapkan tidak meminum teh, kopi, rokok agar hasil tesnya tidak menggangu,” pungkas Ani. (adv)

Artikel Terkait

Back to top button