Samarinda

E-Parking di Samarinda Ditarget Bisa Raup Rp 12 M Setahun, Antara Ekspektasi dan Realita

Mahakama.co

Sudah lama Kota Samarinda bermasalah dengan penataan parkirnya. Kesemrawutan parkir berdampak dua kaburukan bagi rupa kota ini. Pertama bikin macet di titik tertentu. Kedua pendapatan asli daerah (PAD) di sektor parkir bocor. Itu belum lagi “bonus” pengendara yang risih karena oknum juru parkir (jukir) liar yang digerakkan oleh preman.

Karena itu, sejak dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Samarinda, Andi Harun-Rusmadi menjadikan penataan parkir menjadi salah satu program prioritas yang dapat diselesaikan dalam 100 hari kerja.

Nah, pada 3 Mei 2021 lalu, Andi Harun dan Rusmadi akhirnya melakukan kick off pilot project e-Parking. Dermaga Ilir di depan Pasar Pagi, Jalan Gadjah Mada, menjadi tempat perdana dilakukan program tersebut.

E-Parking adalah salah satu trobosan dalam upaya untuk meningkatkan PAD di sektor parkir. Sesuai namanya, pembayaran parkir dilakukan secara digital atau online. Pemkot Samarinda menggandeng Bankaltimtara atau BPD Kaltim-Kaltara.

Selama ini sistem parkir di Kota Samarinda masih menggunakan cara konvensional. Menggunakan karcis. Belum terintegrasi dengan aplikasi teknologi informasi. Hal itu, berpotensi terjadinya kebocoran dan kesemrawutan di lapangan. “Karena tidak tertata rapi dan tak terindentifikasi dengan baik,” kata Andi Harun.

Selain ingin agar PAD di sektor parkir lebih maksimal, sistem ini juga diharapkan agar masyarakat juga lebih higienis. Karena tidak ada karcis atau uang tunai yang berpindah langsung dari tangan ke tangan.
Selama masa uji coba e-Parking, Pemkot Samarinda akan melakukan pendampingan dan bimbingan teknis (Bimtek) kepada jukir. Agar mereka para jukir yang berada di garda terdepan, memiliki pengetahuan untuk mempraktikkan di lapangan. “Bimtek itu akan dilakukan Dishub dan Kominfo,” ucapnya.

Saat ini alat e-Parking masih tersedia 10 unit. Pasti nantinya akan dilakukan penambahan. Karena akan ada 247 titik yang diberlakukan untuk menerapkan e-Parking.

“Bahkan berpotensi bertambah. Tergantung dari titik-titik kantong parkir. Nanti Dishub yang mapping di lapangan,” lanjutnya.

Setelah e-Parking diterapkan, Andi Harun menargetkan akan mampu meraup PAD hingga Rp 1,8 miliar. Sehingga tahun depan e-Parking minimal meraup Rp 3,6 miliar.

“Setahun dua tahun ini mudah-mudahan bisa mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar,” pungkasnya. (rasyid)

Back to top button