Samarinda

Hari ke-11 Ramadan, 1.051 Miras Dimusnakan, 40 Preman dan 15 Jukir Liar Juga Dibina

Hari ke-11 Ramadan yang jatuh pada Jumat (23/4/2021) dijadikan momentum oleh aparat kepolisian Samarinda untuk memusnahkan 1.051 botol minuman keras (miras). Momen Ramadan diambil untuk melaksanakan kegiatan itu untuk menghancurkan simbol-simbol penyebab terjadinya tindakan maksiat tersebut.

Ribuan botol miras itu merupakan hasil Operasi Pekat Mahakam 2021 yang dilakukan Polresta Samarinda. Pemusnahan tersebut dipusatkan di Halaman Mako Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi. Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi turut menghadiri kegiatan pemusnahan tersebut. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman unsur Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Samarinda tentu juga menyaksikan.

Rusmadi mengapresiasi kinerja Kapolresta Samarinda selama ini. Terlebih di tengah Ramadan, polisi Samarinda di bawah kepemimpinan Kapolres mampu menjaga situasi di Kota Tepian tetap aman dan kondusif. “Operasi seperti ini perlu diacungin jempol,” kata Rusmadi.

Kombes Pol Arif Budiman melalui Kabag Ops Polresta Samarinda Kompol Andi Suryadi mengatakan, Operasi Pekat Mahakam 2021 dilaksanakan selama 15 hari . Sejak 8 April hingga 22 April lalu. “Sasarannya adalah tindak pidana kejahatan dan premanisme,” kata Kompol Andi Suryadi.

Secara keseluruhan hasil Operasi Pekat Mahakam 2021 berhasli mengungkap premanisme sebanyak 40 kasus. Pihaknya melakukan penanganannya dan pembinaan. Miras 13 kasus, senjata tajam (sajam) 2 kasus. Kasus ini masih diproses di Polsek Samarinda Seberang dan Sat Reskrim Polresta Samarinda. Ada juga kasus perjudian dengan 4 kasus.

Kasus ini nantinya diproses oleh Polsek Sungai Kunjang, Polsek Samarinda Kota, Polsek Palaran dan Sat Reskrim Samarinda. Tak ketinggalan juru parkir (jukir) liar 15 kasus juga dibongkar di operasi ini. Terhadap jukir liar itu, polisi hanya melakukan pembinaan. (rasyid)

Artikel Terkait

Back to top button