Samarinda

Kebutuhan Pokok Samarinda Sebagian Besar Diimpor, Wali Kota: Peluang Bisnis Kembangkan Produk Lokal

Mahakama.co

Sebagai wilayah perkotaan yang sebagian besar lahannya digunakan untuk kepentingan publik, wajar kalau hampir seluruh kebutuhan pokok warga Samarinda harus didatangkan dari daerah lain. Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi adalah dua daerah yang menjadi langganan impor warga Samarinda untuk memenuhi kebutuhan barang pokok.

Ketergantungan Samarinda terhadap pasokan barang dari luar sangat tidak menguntungkan bagi daerah. Alhasil, kenaikan harga barang sangat dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya masalah cuaca dan keterlambatan distribusi. Potensi Samarinda untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sebenarnya masih terbuka lebar. Hal ini harus menjadi peluang bisnis bagi masyarakat Samarinda. Demikian disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meresmikan gelar pangan murah (GPM) di halaman Dinas Ketahanan Pangan Samarinda, Senin (5/4/2021).

Kata Andi Harun, peluang bisnis itu harus mampu dimaksimalkan oleh masyarakat Samarinda sendiri. Karena akan membantu daerah ini dalam meningkatkan ketahanan pangan. Salah satu caranya, Andi Harun meminta kepada instansi terkait agar lebih maksimal dalam memberdayakan keberadaan UMKM. Karena kelompok UMKM yang berbasis pada pertanian bisa menjadi andalan ketahanan pangan berdimensi jangka panjang.

Ia menginginkan, produk-produk di pasaran dapat bervariasi. “Dan yang lebih penting didominasi produk lokal,” kata Andi Harun.
Dengan luas wilayah dan sejumlah lahan yang masih tersedia, Samarinda masih cukup berpotensi untuk mengembangkan produk-produk pangan sehingga mengurangi ketergantungan impor dari daerah lain. Jika hal ini dilakukan, kata Andi Harun, maka akan berdampak ganda. Di satu sisi bisa membantu masyarakat luas. Di sisi lain memiliki potensi keuntungan bisnis.

Cara lainnya, Andi Harun berharap agar UMKM lebih mampu berkreativitas dalam menghasilkan produk. Acara itu sendiri diikuti 40 lapak dengan berbagai produk kebutuhan pokok. Gelaran ini berlangsung selama dua hari. Untuk membantu kinerja UMKM, Andi Harun mengaku sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim. Tujuannya agar UMKM Samarinda mendapatkan banyak pelatihan terkait literasi keuangan di era digital. “Ini sangat penting untuk menyesuaikan kebutuhan zaman sekarang,” terangnya.

Artikel Terkait

Back to top button