Samarinda

Pembangunan Subway/Skytrain/Monorail di Samarinda Diajukan dalam Draf RPJMD 2021-2026

Setelah dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota, Andi Harun-Rusmadi pada 26 Februari 2021 lalu, jajaran Pemkot Samarinda terus berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan draf Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Seusia aturan, draf RPJMD itu paling lambat harus diparipurnkan di DPRD untuk dijadikan peraturan darah (perda), paling lambat 3 bulan setelah pelantikan. Artinya, sebelum Mei nanti, draf itu sudah harus rampung.
Pembahasan secara maraton untuk mensinkronkan program terus dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling bertanggung jawab menjalankan agenda tersebut.

Ditemui usai rapat pembahasan RPJMD pada Jumat (16/4/2021) lalu, Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurrozi mengakui pihaknya harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas tersebut yang berkejaran dengan waktu. Beberapa agenda krusial yang harus diselesakan misalnya, tentang restrukturisasi organisasi. “Ini masih menjadi poin utama pembahasan,” terang Ananta ditemui di balai kota.

Pembahasan draf RPJMD memang harus menyesuaikan dengan program dan visi-misi wali kota dan wakil wali kota. Nah, program itu kemudian akan dijabarkan di dalam RPJMD. Di RPJMD ini menitikberatkan program-program unggulan yang akan diselesaikan dalam masa satu periode kepemimpinan.

Ananta mengatakan, tingat kesulitan dalam penyusunan RPJMD ini karena visi-misi Andi Harun-Rusmadi berbeda dengan pendahulunya, Syaharie Jaang. Karena itu, beberapa OPD pun mendapatkan tugas khusus agar RPJMD bisa dilaksanakan dan sesuai proses pencapaiannya.

Andi Harun yang ditemui terpisah mengatakan di RPJMD 2021-2026 memuat 10 program visi-misi yang dia sampaikan saat kampanye politik di pemilihan wali kota dan wakil wali kota tahun lalu. “Sepuluh program visi-misi masuk semua,” pungkas Andi Harun.

Adapun 10 program itu adalah:

  1. Program pemberdayaan RT alokasi Rp 100 jutaRp 300 juta/RT/tahun
  2. Program pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase modern
  3. Program pembangunan sistem transportasi massal modern dan ramah lingkungan (Subway/Sky Train/Monorail)
  4. Program Social Security System
  5. Program Smart City Plus
  6. Program “Doctor On Call” untuk kondisi darurat, lansia, dan balita
  7. Program bantuan peralatan dan sarana pendidikan untuk menunjang pendidikan gratis 12 tahun.
  8. Program pengembangan badan usaha milik RT (basis kelurahan)
  9. Program pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman rekreasi, dan 1 kelurahan 1 playground.
  10. Penciptaan 10.000 wirausaha baru. (rasyid)

Artikel Terkait

Back to top button