Samarinda

PPKM Level IV di Samarinda, Operasi Yustisi Ditingkatkan

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diterapkan di Kota Samarinda. Konsekuensiya bukan hanya memastikan tidak ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, tapi juga meningkatkan operasi yustisi. Operasi ini untuk memastikan semua masyarakat yang keluar rumah sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

PPKM level IV di Samarinda berlaku hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Tim Satgas Covid-19 Kota Samarinda akan melakukan operasi yustisi di Samarinda secara masif dan berkelanjutan.

Asisten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto menjelaskan, hal tersebut merupakan tindaklanjut arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Yakni dengan melakukan pencegahan di bagian hulu, selama PPKM level 4 diberlakukan.

Tejo -sapaanya- mengatakan, operasi yustisi yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tak jauh berbeda dari sebelumnya.

Kendati, pengetatan dan pengawasan akan lebih ditekankan.

“Rapat memaksimalkan koordinasi dalam rangka pencegahan dan operasi yustisi di Samarinda bersama OPD,” ujar Tejo saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa, 27 Juli  2021.

Tejo menambahkan, meski di beberapa ruang yang memiliki akses kebutuhan pokok boleh dibuka bersyarat, namun pihaknya tetap melakukan pengawasan mengacu Instruksi Wali Kota Samarinda 4/2021.

“Meskipun dibolehkan, kalau kami tidak awasi atau penegakan disiplin, pengelola-pengelola mal bisa tidak patuh seperti instruksi wali kota” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat Pemkot Samarinda, Tejo telah meminta Satpol PP untuk meningkatkan intensitas pelaksanaan operasi yustisi baik di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Untuk di kota tentu koordinasinya dengan unsur TNI-Polri. Untuk kecamatan sudah ada di jadwalkan,” tambah Tejo.

Sementara itu, untuk jalur keluar/masuk ke Samarinda seperti pelabuhan, terminal, dan bandara akan dipantau oleh Dishub Samarinda.

Tejo meminta kepada Dishub untuk berkoordinasi dengan instansi vertikal terkait demi melakukan pengawasan dan penyekatan.

Meski demikian, Tejo tak menampik pemulihan ekonomi tidak bisa dikesampingkan selama penerapan operasi yustisi.

Ia meminta pendekatan yang humanis dan persuasif kepada pedagang-pedagang kecil selama operasi yustisi berlangsung.

“Dalam rapat saya juga menyinggung soal pasar. Karena memang tidak mudah mengaturnya,” pungkasnya. (advertorial)

Artikel Terkait

Back to top button