Samarinda

Samarinda Smart City Diterapkan Bertahap, Permudah Masyarakat Akses Informasi Bencana

Mahakama.co

Samarinda Smart City. Slogan yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Apa sih Smart City? Atau Cuma sekadar mengadopsi kata Smartphone, biar terlihat lebih keren. Atau memang ada konsep berbeda dari sistem Smart City yang ditawarkan Pemkot Samarinda.

Nah, untuk merumuskan dan meluruskan hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengumpulkan semua staf dan timnya. Rapat koordinasi diawali dengan kegiatan tinjauan lapangan (field evaluation). Dilakukan secara daring di Ruang Rapat Wali Kota, Balai Kota Lantai II, Kamis (29/4/2021). Agenda utama rapat ini pembaharuan dewan Smart City Serta beseta tim teknisnya.

Dipimpin Wali Kota Andi Harun, rapat itu juga dihadiri Rusmadi, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Isu utama rapat itu memang untuk mematangkan konsep Smart City. Karena nantinya akan ditingkatkan dan ditegerasikan ke dalam enam pilar. Apa enam pilar itu? Yakni, Smart Governance, Smart Society, Smart Living, Smart Economy, Smart Environment, dan Smart Branding.

Di sektor Smart Economy misalnya, Andi Harun akan menerapkan sistem cessie. Dari Wikipedia diketahui bahwa sistem cessie adalah pengalihan hak yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur. Dasar alasan adanya pengalihan hak yang demikian adalah kepentingan komersial tertentu. Debitur bank perlu mengalihkan tagihan/piutang ke bank agar debitur bank tersebut dapat melaksanakan kewajiban pembayaran utangnya.

Transaksi cessie ini akan diawali dilakukan di lingkungan pemerintah. Selanjutnya masyarakat juga akan diedukasi untuk melakukan hal serupa. Sasarannya adalah mempermudah sistem pembayaran pajak dan retribusi yang masuk ke pendapatan asli daerah (PAD). “Sehingga PAD yang masuk nanti bisa langsung diketahui secara online. Jadi Smart PAD termasuk di dalamnya,” kata Andi Harun.

Lantas bagaimana implementasi dari sistem Smart People. Kata Andi Harun, sistem ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi banjir, longsor, genangan air. Termasuk upaya dan solusi yang dilakukan pemerintah dan bantuan apa saja yang didapatkan masyarakat. “Jadi nanti semua akan mudah. Informasinya akan termobilisasi semua,” ujarnya.

Konsep Smart City, menurutnya, akan direalisasikna secara bertahap. Andi Harun sudah menginstruksikan kepada kepala dinas terkait untuk segera melakukan integrasi secara kompak dan menyeluruh. Dengan demikian, nantinya akan mudah untuk dilakukan sinkronisasi.

“Lini sektornya nanti akan dipegang Dinas Kominfo. Sedangkan pengawasannya langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda,” tegas Andi Harun. (rasyid)

Back to top button