BacaanEkobis

Satu Lagi Doamu yang Dikabulkan, Fintech Juga Beri Kelonggaran Bayar Cicilan: Begini Caranya…

Fintech adalah jawaban semua doa-doamu. Dia hadir saat kamu sulit dapat pinjaman uang di bank atau lembaga keuangan konvensional. Kita semua tahu kalau pinjam uang di fintech risikonya lebih tinggi. Kalau ditagih debt collector yang dipekerjakan leasing konvensional, kamu mungkin masih bisa main kucing-kucingan.

Tapi kalau “orang” fintech yang menagih, mana bisa main kucing-kucingan. Makanya, jangan berani main kucing-kucingan dengan fintech. Berani main kucing-kucingan, kamu bisa dibuat malu, bro. Gimana caranya, tapi begitu sudah faktanya.

Nah, di masa pandemi ini semua orang susah. Mulai pekerja yang dibayar harian yang kalau ditotal sebulan, penghasilannya enggak sampai UMR, sampai kontraktor besar yang omzetnya miliaran per bulan. Pokonya semua pusing.

Mulai pekerja buruh di pelabuhan yang mulai sepi, sampai bapak Presiden yang mengamati perkembangan dari dalam Istana Negara. Kebijakan demi kebijakan sudah dikeluarkan untuk membantu masyarakat yang ekonominya terdampak banget dengan wabah ini. Salah satunya yang paling ngebantu banget adalah keringanan membayar angsuran kredit di perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Kamu yang terlanjur pinjam uang lewat fintech pasti sudah lama berharap kalau juga dapat keringanan angsuran, kan? Kabar baiknya Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bilang kalau ada peluang keringanan untuk para peminjam (borrower) pinjaman online. Syaratnya, ya si peminjam harus mengajukan dulu. Seperti mendaftar gitu. Sebelum mendaftar minta keringanan angsuran, kamu harus ketahui dulu kalau meminjam di fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) itu beda banget dengan perbankan.

Fintech P2P lending itu hanya sebagai penyelenggara platform pinjam meminjam secara online yang mempertemukan peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender). Sedangkan bank itu langsung bertindak sebagai pemberi pinjaman.

“Jadi harus dapat izin dari pemberi pinjaman (lender),” ujar Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede Tumbur dalam webinar secara online APFI, 20 April 2020, seperti dikutip dari kumparan.com.

Harus diakui kalau saat ini memang tidak ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tata-cara penundaan cicilan kredit yang berlaku bagi penyelenggara fintech P2P lending. Pinjaman melalui penyelenggara fintech P2P lending adalah kesepakatan perdata antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Kok, bubuhan perusahaan Fintech baik banget ya? Itu karena, kata Tumbur, AFPI sebagai asosiasi penyelenggara fintech P2P lending memang harus mendukung kebijakan pemerintah soal restrukturisasi pinjaman. Tumbur meminta kepada seluruh anggotanya ikut mendukung kebaikan dan kebijakan ini. 

Sudah enggak sabaran kan mau daftar biar dapat keringanan cicilan di fintech? Ini cara dan syaratnya:

1. Peminjam wajib membuktikan sebagai pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 yang tidak memiliki kemampuan pembayaran pinjaman saat jatuh tempo. Selain itu, peminjam juga mesti masih memiliki sumber penghasilan di waktu mendatang dan memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

2. Status peminjam sebelum tanggal 2 Maret 2020 adalah lancar.

3. Pengajuan permintaan restrukturisasi pinjaman harus beberapa waktu lamanya sebelum jatuh tempo pembayaran pinjaman.

4. Pengajuan keringanan pinjaman bisa ditujukan kepada masing-masing fintech P2P lending secara online atau menghubungi kontak resmi, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kondisi, persetujuan termasuk mendapat izin dan kesepakatan dengan pemberi pinjaman, sampai kemudian restrukturisasi bisa dilakukan. (*)

Artikel Terkait

Back to top button