BacaanSeni

Selamat pagi, Abah~~~ Adi Kurdi, Sosok Abah di Keluarga Cemara Berpulang

2020 baru berjalan 5 bulan, namun beberapa sosok di industri hiburan tanah air telah meninggalkan kita semua. Setelah Ashraf Sinclair, Glenn Fredly, Erwin Prasetya Dewa 19 dan Didi Kempot, kini berita mengejutkan datang dari Adi Kurdi. Nama terakhir adalah sosok yang banyak kita kenal akan perannya sebagai Abah di sinetron legendaris garapan almarhum Arswendo Atmowiloto di tahun 90an: Keluarga Cemara.

Adi meninggal Jumat siang (8/5) di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta setelah berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya. Semasa hidup, Adi dikenal sebagai aktor yang mengawali karirnya dari dunia teater. Dia pernah bergabung di teater asuhan almarhum sastrawan WS Rendra, sebelum terjun ke layar lebar dan sinetron. Dari berbagai perannya tersebut, diketahui ia mendapat beberapa nominasi penghargaan seperti Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terbaik. Dia juga pernah menyabet penghargaan Lifetime Achievement dari Indonesian Movie Actors Award dan Aktor Pendukung Terpilih dari Piala Maya.

Di Keluarga Cemara, kepiawaian Adi Kurdi beradu akting dengan Novia Kolopaking, Ceria Hade dan Anisa Fujianti banyak dikenang oleh siapapun yang lahir dan besar di tahun 90an. Sinetron yang awalnya berupa tulisan bersambung seorang Arswendo Atmowiloto di majalah HAI ini, banyak mengangkat pelajaran hidup tentang keikhlasan, ketulusan, juga kesederhanaan. Ini seperti menjadi pembeda ketika televisi pada waktu itu banyak diisi dengan sinetron yang mengusung drama percintaan dibalut kemewahan. Mengangkat cerita tentang Abah dan keluarganya yang awalnya hidup berkecukupan, namun akhirnya harus jatuh miskin dan pindah dari kota besar ke wilayah pedesaan yang lebih sederhana. Dari situlah Abah akhirnya memutuskan untuk berkerja sebagai tukang becak. Sedangkan Emak yang dibantu ketiga putrinya bahu membahu membuat opak lalu menjajakannya guna memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Walaupun kadang banyak getir yang keluarga ini hadapi, namun mereka selalu tabah menjalani kehidupan setiap harinya.

Sinetron ini sukses tayang dalam waktu yang tidak sebentar. Adi Kurdi konsisten tetap berada dalam produksinya dari pertama kali tayang 6 Oktober 1996 sampai puncaknya pada 28 Februari 2005. Total 412 episode. Sempat tayang di dua stasiun televisi berbeda. Di RCTI pada 1996-2002 dan dilanjutkan di TV7 di medio 2004-2005.

Sinetron ini juga sempat diangkat ke layar lebar pada tahun 2019 lalu dengan pemeran seperti Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, dan Gading Marten.

Selamat Pagi Abah, mentari hari ini berseri indah~~

Artikel Terkait

Back to top button