BacaanSport

Sosmed Manager Masih Bernafas saat Libur Kompetisi, Borneo FC Terbaik di Kalimantan

Kompetisi sepak Indonesia tengah tertidur pulas. Nyaris setahun lebih geliat si kulit bundar tanah air meredup. Kondisi ini terjadi akibat serangan pandemi Covid-19. Sebuah ironi memang. Alasan protokol kesehatan jadi penyebab utama. Aparat tak memberikan izin. Mungkin saja tak percaya atas pemaparan operator kompetisi beserta federasi sepak bola tanah air dalam menggelar melanjutkan kompetisi.

Mereka takut bahwa berkumpulnya orang dalam satu pertandingan berpotensi memperparah pandemi. Ya, itulah sepak bola di negeri +62. Negara besar ini justru kalah dengan negara di kawasan ASEAN lainnya yang tetap menggelar kompetisi.

Meski demikian, hiruk-pikuk sepak bola masih bernafas kok. Iya, bernafasnya Cuma sebatas sosial media doang. Media klub di tanah air enggak pernah libur. “Mereka aktif menjaga presensi klubnya di mata audiens,” urai Gerry Maulana Thiar, seorang penggemar olahraga, media dan komunikasi.

Dalam data yang dipaparkan Gerry, per 9 Desember 2020 sebanyak 12.701 konten di unggah klub Liga 1 di Instagram. Angka ini memang lebih kecil dibanding tahun musim sebelumnya yang menyentuh angka 17.386 unggahan.

“Social media manager klub layak mendapatkan apresiasi di tengah kondisi sulit. Dari angka sekarang (12.701 postingan), angkanya masih bisa bertambah,” bebernya lagi.

Dari keterangan yang dicuitkan Gerry melalui twitter pribadinya, klub-klub di Indonesia mulai “ngeh” dengan fasilitas IGTV di Instagram. Peningkatannya bahkan menyentuh 100 persen dari tahun sebelumnya.
Dari total 12.701 konten rinciannya: 6.588 foto, 2.885 video, 2.642 carrousel dan 586 IGTV. “Untuk pemilik konten terbaik tahun ini adalah Persib Bandung saat menang tandang di Malang. Interaksinya mencappai 330 ribu like dan 23 ribu comment,” terang pria yang pernah bekerja di PSSI itu.

Selain kemenangan Maung Bandung atas Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, top konten terbanyak dipegang oleh Persija Jakarta saat mengumumkan Evan Dimas resmi berbaju Persija. Persib dan Persija memang merajai 5 besar teratas dengan konten terbanyak.

Pun demikian dengan top interactions, Persija meraih 123,58 juta interaksi dan Persib Bandung 89,61 juta interaksi. Yang menarik meskipun jumlah pengikut terpaut 1,7 juta, tapi untuk urusan intreraksi, tim ibu kota lebih jago mengikat audiens ketimbang rivalnya. Deretan lima besar juga dihuni Persebaya Surabaya (59 juta interaksi) di posisi ketiga. Diikuti Arema FC (27,42 juta) dan PSIS Semarang.

Persija juga dominan di 5 besar productivity. Dengan total unggahan 1.694, Persija di bayangi Persib Bandung (1.498) dan Borneo FC Samarinda (1.048). Kehadiran Borneo FC di jajaran klub elite nasional memang tak mengagetkan. Sebab Pesut Etam memang dikenal konsen mengelola sosial media mereka. Namun sayang, angka pertumbuhan media sosial Instagram tim juara Divisi Utama 2014 itu tak terlalu baik.

Hal ini terlihat dari lima teratas klub yang memiliki pertumbuhan sepanjang tahun 2020. Tidak ada nama Borneo FC. Persib Bandung tertinggi dengan +505 ribu, disusul Persija Jakarta +305 ribu, Persebaya Surabaya +221 ribu, Arema FC 90+ dan Bali United 72+.

Head Media Officer Borneo FC, Brillian Sanjaya, saat dikonfirmasi terkait data ini menyebutkan hasil itu justru bagus untuk melihat sejauh mana progres yang telah mereka lakukan. Iapun berharap kedepan, Borneo FC bisa menjaga kans masuk dalam lima besar teratas dari 18 klub Liga 1. “Itu data bagus sekali, ya setidaknya ini juga jadi motivasi kita sebagai pengelola media klub, untuk meningkatkan kualitas. Alhamdulillah, kalau data di lihat secara menyeluruh, Borneo FC berada di 3 besar di luar klub pulau Jawa. Bahkan khusus di pulau Kalimantan, kita masih terbaik sih untuk urusan ini, alhamdulillah jadi motivasi lagi,” beber Brillian Sanjaya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button