Sport

Kekalahan dan Warning untuk Pemain Muda Borneo FC

Presiden Klub: Ini Toleransi Terakhir

Kekalahan telak 4-0 Borneo FC Samarinda atas Persija Jakarta pada pertandingan kedua Piala Menpora 2021 Grup B, Sabtu (27/3/2021) menjadi petaka.

Hasil itu memaksa skuad Pesut Etam tersungkur di dasar klasemen alias terpental dari peta persaingan merebut trofi. Meski Borneo FC masih menyisakan satu laga lagi pada 31 Maret mendatang.

Beragam reaksi pun muncul. Ada yang bersikap bijak hingga melampiaskannya dengan kekesalan. Di antaranya kolom komentar Instagram resmi Borneo FC saat mengabarkan skor akhir yang langsung banjir komentar. Ribuan komentar dengan berbagai opini bercampur. Dari pemantauan Mahakama.co, kurang dari satu jam, ada 1.200 lebih komentar di @borneofc.id yang menanggapi hasil tersebut.

Begitu pula di akun Instagram resmi Piala Menpora 2021, yakni @Liga1Match. Hingga pukul 06.00 Wita (28/3) sebanyak 3.000 komentar menyertai postingan skor akhir tersebut. Ini belum termasuk reaksi di Twitter dan Facebook yang juga tak kalah banyak.

Asisten pelatih Borneo FC, Marcos Gonzales lantas angkat bicara mengenai hasil negatif timnya. Ia mengatakan timnya saat ini masih memerlukan waktu untuk menemukan pola terbaik sebelum genderang Liga 1 dimulai. Eks pelatih fisik Johor Darul Takzim (JDT) Malaysia itu menjelaskan model latihan yang menjadi tujuan utama, berasal dari berbagai sisi.

Diantaranya situasi di dalam tim, budaya sepak bola di kota asal klub, sejarah perjalanan klub, kualitas pada pemain hingga akhirnya disempurnakan oleh ide permainan dari sang pelatih.

Untuk itu, turnamen pra musim ini menjadi ajang sebagai uji coba melihat test and error yang ada di dalam tim Borneo FC. Apalagi sebelum terjun di Piala Menpora, Borneo FC hanya punya waktu persiapan sebulan. “Kita butuh waktu,” terang Marcos.

Nyaris senada dengan Marcos, manager tim Borneo FC, Farid Abubakar seusai laga mengatakan siap bertanggung jawab atas hasil di pramusim ini. Ia menilai torehan negatif di dua laga awal Piala Menpora 2021 sangat berharga menyambut Liga 1 2021.

“Hasil yang baik sebagai bahan evaluasi Liga 1. Saran dan kritik saya terima. Mohon maaf untuk Pusamania dan juga masyarakat pecinta sepak bola Samarinda,” tutur Farid.

Nabil Husien Said Amin selaku presiden tim pun telah mewanti. Untuk kedepan ia tak ingin lagi mentoleransi kesalahan yang terjadi, terutama perihal mental bertanding. “Bagi yang tidak siap mental, silakan berbenah. Tidak ada lagi toleransi,” ancamnya. Hal ini sekaligus sinyal kepada pemain yang mendapat kesempatan tampil di pramusim, jika kualitasnya tidak ditingkatkan bisa saja zona nyaman mereka saat ini akan terganggu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button