Sport

Nabil Husien Tantang Diego Michiels Buka-Bukaan Soal Tudingan Wajib Militer

Mantan pemain Borneo FC Samarinda, Diego Michiels buka suara terkait kasusnya dengan pemilik klub Nabil Husien Said Amin. Selepas tak lagi berkostum Pesut Etam, kepada salahsatu media Belanda, pemain naturalisasi itu angkat suara.

Ia menuding keputusannya mundur dari Borneo FC sebab dirinya tak setuju dengan respon yang dilakukan pemilik klub, yang mengirimkan skuadnya ke Batalyon Infanteri yonif 611/Awang Long guna menjalani pelatihan mental. Pelatihan mental dan fisik itu dianggap Diego Michiels sebagai wajib militer karena dilakukan di markas tentara. Meski pada kenyataannya seluruh skuad Pesut Etam (diluar pemain asing) terlihat semrigah usai menjalani pelatihan tersebut.

Dikutip dari Goal ID dalam wawancaranya dengan media Belanda, de Stentor, Diego mengungkapkan, ia tidak sependapat terhadap kebijakan Nabil. “Musim baru mau dimulai dan klub ingin meremajakan tim. Kami menelan kekalahan di pertandingan pertama di masa persiapan. (Buat saya) Itu sangat logis. Tapi klub tiba-tiba mengancam pemain muda dengan ancaman melakukan kegiatan (seperti) wajib militer jika tidak ada perkembangan. Ini hanya pertandingan uji coba (pramusim)! Saya lalu menemui pemilik klub, seorang pria berusia 26 tahun dengan orang tua kaya raya. Dia sangat marah karena saya berani menentang dia,” beber Diego.

“Tapi saya juga kapten di tim. Kami saling berhadapan dengan kepala panas, dan tidak berakhir dengan baik. Kami tidak menemukan pemecahan [masalah], dan selanjutnya saya mengatakan: ‘Saya akan berhenti’ (keluar).” ujar pemain yang memiliki seorang istri orang Samarinda itu.

Statement Diego itu rupanya kembali menyeruak. Beberapa pihak yang tak mengikuti persoalan secara utuh lantas menuding Nabil Husein terlalu ambisius. Banyak juga yang menyalahkan Borneo FC keliru menjadikan ajang pra musim begitu penting bagi klub asal Samarinda itu.

Menanggapi hal itu Nabil Husien bersikap santai. Ia pun angkat suara dan mempersilahkan jika Diego Michiels ingin buka-bukaan lebih dalam persoalan yang terjadi secara jujur. Sebab saat pertemuan itu, banyak saksi yang mengetahui cerita sebenarnya.

Nabil pun menerangkan pelatihan bina mental dan fisik itu bukan wajib militer. Itu hanya semacam outbond namun dilalukan di markas tentara. Hal itu juga terlihat dari unggahan youtube resmi Borneo FC. Tampak skuad Pesut Etam bahu membahu menguatkan jiwa korsa selama seminggu di barak. “Wajib militer? Haha. Ini perbaikan mental, toh pemain-pemain lain pulang muka happy aja. Sebagai captain tim harusnya tidak meninggalkan rekan setim saat berjuang. Kalau mau buka-bukaan juga tdk masalah. saya cuman tahan tahan aja ini. Apalagi saksi banyak ketika kita lakukan pembicaraan,” respon Nabil sembari tertawa.

Artikel Terkait

Back to top button