BacaanSocio Cultural

Studi Tentang Bulu Perindu: “Si Bujang” Asli Kalimantan yang Ingin Merebut Pujaan Hati

Bulu perindu konon adalah sebuah sarana pelet untuk memikat pujaan hati. Bentuknya seperti sehelai rambut. Panjangnya 3-5 cm. berkelir hitam. Saking lejennya, bulu perindu adalah barang utama para penjaja barang mistik dan antik. Sering kita jumpai di pasar malam atau di pekan raya. Jika dirunut, asal usulnya cukup rumit. Siapa sih yang pertama menemukan kajian bulu perindu ini? Di beberapa budaya pun ditemukan kesamaan tentang fungsi dan khasiatnya. Seperti di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Selain untuk melet pujaan hati, fungsinya juga sebagai media memperlancar rezeki, penolak bala hingga menghindarkan pemakainya dari hal-hal negatif. Kegunaan-kegunaan tersebut kami kutip dari deskripsi penjual bulu perindu di E-Commerce Tokopedia. Banyak penjual barang mistik lainnya selain bulu perindu. Dunia mistik pun mulai menjamah dunia digital rupanya. Noice!

Anyway, setelah mendapatkan informasi dasar dari bulu perindu kami mencoba menggali lebih dalam soal fakta-fakta menarik lainnya. Dari konten kontribusi di Kumparan.com dijelaskan bahwa bulu perindu berasal dari 3 entitas tumbuhan.

Yang pertama bahwa bulu perindu ditemukan di dalam ruas bambu. Untuk menemukanya hanya bagi mereka yang mendapatkan wahyu. Ini mungkin juga senada dengan nama bulu perindu itu sendiri. Bulu/buluh yang artinya bambu.

Kedua, bulu perindu berasal dari sarang burung elang hitam. Mungkin maksudnya adalah rerumputan dari sarang tersebut yang terdapat bulu perindu.

Ketiga berasal dari rumput bujang Kalimantan. Nah, ini menarik karena berasal dari Kalimantan yang artinya bisa ditemui di sekitar kita. Tapi apakah kalian pernah tahu bagaimana bentuk rumput bujang? Kalau kalian googling pasti menemukannya dan pernah melihat jenis rumput ini.

Dari beberapa referensi yang kami temukan di Youtube, hampir semua pemilik bulu perindu mencoba mengujinya dengan merendamkan ke air. Nampak bulu perindu tersebut bergeliat seperti cacing bergerak. Namun hal ini justru menimbulkan pertanyaan selanjutnya: apakah bulu perindu memang bereaksi terhadap air?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami harus mengetahui dulu genus dari tanaman rumput bujang tersebut. Sulit sekali mencari nama latin dari rumput bujang. Hasil googling kami pun kebanyakan menampilkan Rumput Merakan dengan nama latin Themeda arguens. Dinamakan Rumput Merakan, karena bentuknya seperti ekor burung merak.

Rumput Merakan yang juga dikenal sebagai Christmas Grass adalah jenis rumput yang bisa ditemukan di daerah Asia bagian timur, Australia dan sebagian dari kepulauan di Pasifik. Namun ketika kami mencari korelasi antara Rumput Merakan dan bulu perindu, hampir tidak ada refrensi yang menandakan adanya keterkaitan. Sampai akhirnya kami menemukan video seorang bapak yang menjelaskan soal Rumput Jurig a.k.a Rumput Bujang alias Rumput Merakan, namun menyebutnya dengan nama latin lain, walaupun masih dalam satu genus yang sama yakni Themeda.

Bapak tersebut menjelaskan bahwa nama rumput tersebut bernama Themeda triandra. Dia menyebutkan pula dengan nama lokal seperti Rumput Bujang, Rumput Jurig dan Rumput Merakan dan menjelaskan keterkaitannya dengan bulu perindu. And that’s it! Akhirnya setelah menemukan nama latinnya maka akan lebih mudah mencari artikel ilmiah tentang tumbuhan ini.

Themeda triandra juga dikenal sebagai Kangaroo Grass di Australia. Tumbuhan ini juga ditemukan di Afrika, Asia dan Pasifik. Dalam tulisan dalam jurnal Ecological Management & Restoration Volume 6 Issue 1 tahun 2015 yang berjudul “Restoring Kangaroo Grass (Themeda triandra) to grassland and woodland understoreys: a review of estabilishment requirement and restoration excercise in south-east Australia” kami menemukan apa yang menjadi pertanyaan kami tentang reaksi putik bunga rumput yang dikenal sebagai bulu perindu kalau di Indonesia ini terhadap air. Pada halaman 29 disebutkan bahwa “Germination is highly sensitive to water stress” yang jika disimpulkan bahwa putik tersebut sangatlah sensitif terhadap air. Ini juga yang dapat disimpulkan kenapa bulu perindu nampak bergerak bila direndam di air. Itu karena respons sensitif terhadap air.

Sempat juga kepikiran karena tumbuhan ini tumbuh di belahan bumi lainnya seperti di Afrika dan Pasifik. Apakah di sana tumbuhan ini juga dipakai sebagai pemikat pujaan hati? Atau jadi pakan ternak doang ya? Ekekekek

Terkait dari khasiat mistik bulu perindu tersebut kami belum mampu untuk menguji cobanya. Karena di zaman sekarang, sepertinya pelet yang paling ampuh adalah uang… hahaha.

Fun fact, setelah menulis artikel ini kami jadi mendalami sebagian ilmu perumputan bukan ilmu perdukunan bahkan menemukan e-book tentang kegunaan berbagai jenis rumput untuk obat herbal. Viddy well. (*)

Back to top button