BacaanEkobisSocio Cultural

Untuk Kamu yang Hampir Mustahil Bisa Bayar Cicilan: Pilih Perpanjang Tenor atau Turunkan Suku Bunga?

Supardi Yusuf, bersama ratusan rekannya berbondong-bondong datang ke Balai Kota Samarinda di Jalan Kusuma Bangsa. Informasinya akan ada pembagian sembako untuk ojek online (ojol). Belakangan informasi itu diluruskan. Pembagian sembako pun ditunda. 

Di masa pandemi saat ini, Supardi Yusuf memang sedikit sensitif. Setiap ada woro-woro akan ada pembagian sembako dan sejenisnya, dia pun langsung bergegas. Seolah tak ingin tertinggal satu barang pun. Maklum, semenjak kampanye work from home (WFH) digaungkan pemerintah, pendapatannya selaku ojol turun nyaris 50 persen. Sedangkan beban operasionalnya seperti makan dan uang bahan bakar tak berkurang. Dia pun harus putar otak. Apalagi, dia harus tetap membayar cicilan motornya.

Pidato Presiden Jokowi tentang pelonggaran masa kredit memang menjadi angin segar bagi para ojol dan profesi sejenisnya. Pidato yang disampaikan akhir Maret lalu itu pun langsung direspons  pihak perbankan dan lembaga pembiayaan (leasing) di Indonesia. Pidato Presiden lalu disikapi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengeluarkan kebijakan terkait pemberian keringanan cicilan kredit atau restrukturisasi pinjaman. Hasilnya, ada 77 bank dan 46 leasing yang sepakat meringankan cicilan untuk para nasabahnya.

Caranya pun beragam. Mulai dengan metode perpajangan tenor kredit, penangguhan cicilan, atau bentuk keringanan lainnya. Keputusan ini dilakukan merujuk pada aturan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional. Acuan mempertimbangkan penilaian kualitas aset, yang antara lain:

1. Penurunan suku bunga,
2. Perpanjangan jangka waktu,
3. Pengurangan tunggakan pokok,
4. Pengurangan tunggakan bunga,
5. Penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, dan
6. Konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa pihak nasabah akan mendapat keringanan berupa penangguhan kredit selama setahun, baik berupa bunga maupun tagihan pokok. Terutama bagi nasabah yang terkena dampak langsung Covid-19.

“Ini penting, karena faktanya usaha mereka sudah tidak ada pendapatan lagi, dan dalam skemanya kita sebut restructuring. Ini ada dua kepentingan, tidak memberatkan peminjam yang sudah tidak mempunyai pendapatan. Untuk itu, ini akan memudahkan mereka sampai usahanya pulih kembali,” kata Wimboh, dalam laman Youtube Kementerian Keuangan, awal April lalu.

Kemudian, bagi nasabah yang memiliki kemampuan untuk membayar, OJK akan memasukannya pada kategori lancar. Unsur penilaian kolektifnya ada pada catatan ketepatan waktu membayar.

Keringanan ini juga diberikan kepada nasabah UMKM yang terdampak wabah Covid-19. Seperti sektor informal, sektor mikro, dan pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Namun begitu seperti disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, ada mekanisme yang meski diikuti oleh para nasabah untuk mendapatkan keringanan ini. Yakni harus mengisi formulir permohonan penangguhan atau kelonggaran ke pihak lembaga pembiayaan. Jadi sifatnya bukan otomatis.

Nasabah yang mengajukan permohonan pun harus merupakan pemegang unit kendaraan atau jaminan kredit tersebut. Setelah itu lembaga pembiayaan akan melakukan kroscek data, analisa kemampuan, dan daya bayar nasabah yang bersangkutan.

Syarat lainnya adalah nasabah tersebut tidak mempunyai tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020, atau sebelum pemerintah mengumumkan masa darurat wabah virus korona.

Masalah lain lantas muncul. Karena faktanya, Supardi saat membeli motor secara kredit justru menggunakan nama saudaranya. Hal ini terpaksa dia tempuh, karena untuk syarat kredit adalah memiliki rekening tabungan koran selama tiga bulan terakhir. “Boro-boro punya tabungan, makan sehari-hari saja susah,” kata Supardi. Kemungkinan Supardi dan yang senasib dengannya tidak akan merasakan dampak apa-apa dari kebijakan ini.

 
Inilah perusahaan pembiayaan dan bank yang memberikan keringanan kredit hingga 31 Maret 2021:

Perusahaan pembiayaan:
1. PT Federal International Finance (FIF), grup Astra
2. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance
3. PT Mandiri Tunas Finance, grup Bank Mandiri
4. PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance), grup Trakindo
5. PT Bussan Auto Finance (BAF), grup Yamaha
6. Astra Credit Companies (ACC), grup Astra
7. PT Aditama Finance
8. PT PT AEON Credit Service Indonesia
9. PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif)
10. PT Anugerah Buana Central Multifinance (ABC Finance)
11. PT Armada Finance
12. PT BCA Finance, grup BCA
13. PT BCA Multifinance, grup BCA
14. PT Beta Inti Multifinance
15. PT BFI Finance Indonesia Tbk, grup Northstar
16. PT BRI Finance, grup Bank BRI
17. PT Buana Finance Tbk
18. PT Bukopin Finance, grup Bank Bukopin
19. PT Capella Multidana
20. PT CIMB Niaga Finance, grup CIMB
21. PT Citifin Multifinance
22. PT Danasupra Erapacific Tbk
23. PT Hasjrat Multifinance
24. PT Indomobil Finance Indonesia, grup Indomobil
25. PT Indosurya Inti Finance, grup Indosurya
26. PT Intanbaruprana Finance Tbk
27. PT ITC Auto Multi Finance, grup Payku
28. PT Maybank Finance, grup Maybank
29. PT Mandiri Utama Finance, grup Mandiri
30. PT Multindo Auto Finance
31. PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing), grup MNC
32. PT Rama Multi Finance
33. PT Pro Car International Finance (Procar Finance)
34. PT SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance)
35. PT Smart Multi Finance
36. PT Amanah Finance
37 PT Andalan Finance
38. PT Asiatic Sejahtera Finance
39. PT Buana Sejahtera Multidana
40. PT Finansial Multi Finance (Kredit Plus)
41. PT IFS Capital Indonesia
42. PT Mega Finance, grup CT Corp
43. PT MNC Finance, grup MNC
44. PT Saison Modern Finance
45. PT Sinar Mas Multifinance
46. PT Suzuki Finance Indonesia, grup Suzuki

Bank:
1. Bank Mandiri
2. BRI
3. BNI
4. BTN
5. Panin
6. BCA
7. CIMB Niaga
8. Bank Permata
9. OCBC NISP
10. BTPN
11. DBS
12. Bank Ganesha
13. Bank NOBU
14. Bank Victoria
15. Bank Sampoerna
16. IBK Bank
17. Bank Capital
18. Bank Bukopin
19. Bank Mega
20. Bank Mayora
21. Bank UOB
22. Bank Fama
23. Bank Mayapada International
24. Bank Mandiri Taspen
25. Bank Resona Perdania
26. Bank BKE
27. BRI Agro
28. Bank SBI Indonesia
29. Bank Artha Graha
30. Commonwealth Bank
31. HSBC Indonesia
32. ICBC Indonesia
33. JP Morgan Chase
34. Bank Oke Indonesia
35. MNC Bank
36. KEB Hana Bank
37. Shinhan Bank
38. Standard Chartered Bank Indonesia
39. Bank of China
40. BNP Paribas
41. Bank Jasa Jakarta
42. Bank Index
43. Bank Artos
44. Bank Ina
45. Bank Mestika
46. Bank Mas
47. CTBC Bank
48. Bank Sinarmas
49. Maybank Indonesia
50. Bank of India Indonesia
51. Bank QNB Indonesia
52. Bank J Trust Indonesia
53. Bank Commonwealth
54. Bank Woori Saudara
55. Bank Amar Indonesia
56. Prima Master Bank
57. Citibank Indonesia
58. Bank Syariah mandiri
59. Bank BNI syariah
60. Bank Bukopin Syariah
61. Bank NTB Syariah
62. Permata Bank Syariah
63. Bank Muamalat
64. Bank Mega Syariah
65. Bank BJB Syariah
66. BRI Syariah
67. BTPN Syariah
68. Bank Net Syariah
69. BCA Syariah
70. Panin Dubai Syariah Bank
71. BJB
72. Bank BPD Bali
73. Bank NTT
74. Bank Sumut
75. Bank Sumselbabel
76. Bank Jateng
77. Bank Jatim

Berikut tata cara pengajuan keringanan diberlakukan mulai 30 Maret 2020 yang telah disepakati dan diarahkan oleh APPI:

1. Pengajuan permohonan keringanan dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat diunduh dari laman resmi perusahaan pembiayaan.

2. Pengembalian formulir dilakukan melalui email, atu tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan

3. Persetujuan permohonan keringanan akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email. 

Artikel Terkait

Back to top button